Saturday, January 10, 2015

Berani Bikin Akun Medsos, Berani Terima Resiko

Dewasa ini telah banyak bermunculan berbagai jenis media sosial. Dengan keragaman fungsi masing-masing, media sosial atau biasa disebut medsos telah berhasil menyatukan jutaan orang yang dikenal maupun tidak.

Tiap-tiap orang juga memiliki tujuan sendiri-sendiri dalam memiliki akun di suatu medos. Atau malah ada yang ideologinya kuat dalam memilih salah satu medsos saja sebagai alat pertemanannya di dunia maya. Karena tidak sedikit yang semua jenis medsos bertekad dimilikinya.

Ada pribadi yang memang menfaatkan medsos hanya untuk sekedar membina hubungan pertemanan saja. Tapi banyak juga yang menjadikannya sebagai sarana pelancar usaha/bisnis, yang dimana keampuhannya telah teruji.

Apapun medsosnya, rasanya kita tidak bisa terlepas begitu saja dari partisipasi teman kita yang memiliki usaha dan ingin menawarkan barang dagangannya. Misalnya dalam facebook atau instagram dikenal dengan istilah "tag".

Teman yang ada dalam friend list kita bisa melakukan hal tersebut, dan mungkin tujuannya ialah mau menawarkan barang dagangannya agar lebih pasti dilihat oleh kita. Karena kalau hanya dipublikasikan di wall/timeline pribadinya saja khawatir orang lain terlewat melihatnya.

Terkait hal ini, jelas menjadi hal yang amat menyenangkan bagi si pedagang untuk dengan mudah tag sana tag sini atas semua barang dagangannya. Penawarannya jadi lebih luas, dan penyebaran produknya bisa lebih "tepat sasaran".

Tapi ada satu hal yang perlu ditanyakan yakni, apakah semua teman kita bisa terima? Bersedia di-tag? Bersedia wall-nya ditempeli barang dagangan orang? Jawabannya, belum tentu.

Bagi sebagian orang mungkin hal ini bisa diterima atau bahasa kerennya fine-fine saja. Tapi bagi sebagian lain apakah demikian pula adanya?

Sebagai orang yang menjadikan medsos sebagai alat untuk melancarkan bisnis, mungkin bisa agak elok sedikit agar tidak terlalu bertebaran tag-nya dimana-mana. Misalnya, hanya di-tag kepada yang berkepentingan saja, atau kepada teman yang memang meminta untuk di-tag. Catatannya cuma satu, jangan random tagging! Bebas tagging sana sini tanpa kepentingan yang jelas juga tidak bisa dibenarkan.

Dari sisi sebaliknya, sebagai orang yang telah memiliki akun medsos, memiliki teman banyak yang beraneka ragam kepentingannya, mungkin bisa lebih wise sedikit dalam hal penerimaan konsekuensi.

Bagi saya di-tag beraneka ragam dagangan atau apapun di wall adalah salah satu konsekuensi atas permainan kita di dunia maya. Balik ke judul diatas, siap memiliki akun mendos, maka harus siap pula menerima segala resikonya. Dan di-tag barang dagangan adalah salah satunya.

Kalau dirasa mengganggu mungkin bisa disampaikan dengan baik-baik kepada teman yang men-tag di wall kita. Penyampaiannya bisa melalui inbox atau jalur apapun yang pribadi.

Tidak elok rasanya kalau menyampaikan rasa keberatan di wall kita dengan menggunakan kata-kata yang lumayan pedas.

Kalau sesama pebisnis dumay (dunia maya) yang juga sama-sama senang nge-tag sana sini bagaimana? Jangan sekali-sekali menyampaikan rasa keberatan atas publikasi seseorang yang merajalela di wall Anda. Karena apa? Kan sama-sama suka nge-tag :D

Kalau masih bisa dimaklumi ya monggo, dengan berbesar hati diremove saja taggingnya. Kalau lelah terus-terusan remove, bisa disampaikan via inbox agar ybs tidak tersinggung juga.

Jangan sekali-kali mengumpat, menggerutu atau mencaci maki di wall sendiri atas ketidaksenangan kita di tag-barang dagangan orang lain. Fair dan gentle aja, sampaikan ke inboxnya. Jangan berharap orangnya tersadar dengan membaca di wall kita. Ya kalau dibaca, kalau ngga? Bisa-bisa di-tag lagi deh hahaha...

Juga tidak indah rasanya kalau terlalu egois, misalnya dengan ungkapan seperti ini "tolong tidak nge-tag barang dagangan di wall saya ya, karena wall saya itu buat bisnis pribadi saya, bukan buat jualan barang Anda"

Hohoho.... Galak sekaliii... Itu resiko berada di medsos ngga sih?? Resiko punya temen banyak ngga sih?? Resiko punya temen dengan berbagai profesi nggak sih?? Bisa lihat sisi positifnya ngga sih??

Dengan temanmu men-tag sesuatu di wall kamu itu berarti dia melihat wall kamu atau akun medsosmu adalah akun yang rame, banyak temen, akun aktif, akun yang berpotensi baik dan hal-hal positif lainnya ada pada akun-mu! Dan temanmu sedang ingin memanfaatkan sedikit saja atas kelebihan-kelebihan yang ada pada akun-mu itu. Boleh bersyukur ngga sih??

Balik lagi, kalau keberatan maka sampaikan dengan baik-baik melalui jalur sepribadi mungkin. Biar sama-sama enak. Kan temenan kan?? Ngga pengin pertemanan rusak hanya karena tagging ndak penting toh?? Hahaha...

Mulai sekarang nikmatilah medsos dengan segala warna warninya:)

Selamat berselancar di dumay... Dan nikmatilah segala bentuk ayunan ombaknya hehe....

(dnu, ditulis sambil emosi haha... 8 Januari 2015, 09.31)