Thursday, January 8, 2015

Cita-cita Nggak Harus Nyata

“Aku Ingin Jadi Power Ranger!”

Siswa kelas 5 SD 7 Palembang ini memiliki cita-cita yang agak sedikit berbeda. Entah kenapa perbedaan ini justru membuat saya terpesona dan membuka mata, yakni benar bahwa cita-cita itu ngga harus nyata.

Saat bertugas sebagai volunteer pendidikan di Kota yang memiliki icon Jembatan Ampera pada November 2014 lalu (27/11) saya banyak mendapat pelajaran. Salah satunya dari siswa yang bernama Ahmad.

Berbicara seputar harapan di masa yang akan datang atau lebih mudah dikatakan dengan istilah cita-cita memang sungguh mengasyikkan. Imajinasi berkembang liar tanpa ada satu pun yang bisa membatasinya. Termasuk Ahmad, saat teman-teman yang lain mengatakan jika sudah besar nanti ingin menjadi seorang Dokter, Polisi, ABRI, KOKI ataupun Guru, justru Ahmad ingin menjadi Power Ranger!

Entah apa sebenarnya yang menyebabkan Ahmad begitu lugas mengungkapkan cita-citanya itu. Efek terlalu banyak nonton TV? Membaca komik? Buku cerita? atau daya khayalnya yang terlalu tinggi? Ya, bisa saja semua itu benar.

Namun saat saya tanyakan mengapa Ahmad ingin menjadi Power Ranger, dengan tegas ia berkata “Power ranger itu hebat Yuk (ayuk = panggilan kakak perempuan di Palembang), dia tokoh yang baik, membela kebenaran, selalu menolong temannya yang sedang kesusahan… terus power ranger juga kan pake topeng jadi kalau nolong orang dia ngga ketahuan mukanya. Pokoknya nolong orang aja, ngga usah ketahuan siapa yang nolong…”

Wow! Luar biasa! Seorang anak kelas 5 SD yang jauh dari hingar bingar kehidupan kota memiliki pemikiran yang demikian mulia. Mungkin maksudnya Ahmad ialah berbuat baiklah dengan tanpa pamrih, dan sebisa mungkin orang lain tidak perlu tahu bahwa kamu telah menolongnya.

Dari tokoh-tokoh Power Ranger pun Ahmad tidak hanya melihat aksi berkelahinya saja, tetapi sifat-sifat baiknya telah diserapnya dengan nyaris sempurna.

Ahmad ingin selalu menolong orang dengan tanpa ia harus menjadi seorang Dokter.

Ahmad ingin selalu membela kebenaran tanpa ia harus menjadi seorang Polisi.

Ahmad ingin selalu memerangi kejahatan tanpa ia harus menjadi ABRI.
dan Ahmad ingin selalu berbagi dengan sesama tanpa ia harus menjadi seorang Guru.

Terlihat Ahmad telah benar-benar memahami makna berbagi yang sesunngguhnya melalui topeng Power Ranger. Bahwa jika tangan kanan memberi maka usahakan agar tangan kiri tidak mengetahui.

Nice Ahmad!

(dnu, ditulis sambil makan ketoprak, 28 Desember 2014, 09.09 WIB)