Saturday, January 17, 2015

Gara-gara Dinda

Kamis (17/4) jam 06.00 WIB saya memposting tulisan yang berjudul “Dinda, Are You Okay?”. Tulisan ini berisi tentang informasi dari saya mengenai garis besar kondisi yang umum dialami oleh ibu hamil. Bagaimana keseharian ibu hamil dan apa yang kerap terjadi pada seorang ibu hamil.

Tulisan ini saya buat terkait komentar gadis bernama Dinda tentang kereta dan ibu hamil.

Beberapa jam sejak tulisan ini naik di Kompasiana angka jumlah pembaca bergerak begitu signifikan. Kalau tidak salah jam 11.00 WIB siang saja jumlah pembaca sudah mencapai angka 700, menjelang jam 13.00 WIB sudah mencapai kisaran 1000 pembaca.

Saya begitu takjub melihat pergerakan angka yang luar biasa ini.. Ya, ini sungguh luar biasa bagi saya. Karena saya seorang kompasianer baru yang masih meraba-raba bagaimana tulisan yang banyak diminati oleh pembaca dunia luar. Maklum selama ini tulisan yang saya buat hanya disimpan di blog yang sangat pribadi nan rahasia haha..

Jumlah pembaca yang terus membesar benar-benar memberikan asupan semangat luar biasa bagi saya. Banyak yang repost via facebook, twitter, hingga masuk ke grup-grup WhatsUp, broadcast message di bbm, hingga repath!

Bahkan ada yang menemukan tulisan saya itu di halaman pertama Google saat ia browsing tentang Dinda dan kereta. Yang lebih menyenangkan lagi, di Kompasiana tulisan ini turut masuk dalam jajaran Trending Articles! Aaah… nampaknya saya boleh berbangga hati kali ini :)

Bisa dilihat, seberapa besar sih jumlah pembaca tulisan-tulisan saya di Kompasiana ini? Belum banyak, bahkan ratusan saja tidak ada! Ya, ini benar-benar karena Dinda. Tapi saya sadar, saya memposting tulisan di waktu dan moment yang tepat. Sehingga semuanya bisa bergerak dengan baik. Banyak pembaca dan banyak mendapat respon dari orang lain.

Saya menulis waktu itu malam hari sebelum esok paginya saya posting. Sebelum tidur saya biasa bercengkerama dengan laptop kebanggaan saya ini. Dan ketika itu saya memang tergerak untuk melihat postingan path dari Dinda yang sudah ramai dibicarakan orang sejak siang hari.

Usai membaca, emosi saya menjadi-jadi. Sebagai wanita yang sudah pernah hamil dua kali. Pernah merasakan mabok berat. Pernah naik bis dan tidak mendapatkan tempat duduk. Pernah punya teman yang selama hamilnya tidak bisa berdiri lama karena terlampau pusing. Dan pernah melihat saudara dekat yang ketika hamil harus diinfus karena begitu lemah dan tidak bisa makan karena selalu mual.

Begitu campuran emosi memuncak dan bergejolak, malam itu tidak saya tunda lagi untuk segera menuangkan semua isi kepala serta hati tanpa basa basi. Setelah selesai, saya berfikir, apakah tepat jika tulisan ini saya submit di kompasiana tengah malam begini? Nampaknya tidak. Bisa-bisa tulisan yang penuh emosi ini tidak ada yang membaca dan hanya bergeser ke urutan paling bawah lalu menghilang tak terlihat.

Jadilah saya putuskan untuk menyimpan tulisan dan memposting esok pagi. Dengan harapan kompasianer sejati lainnya yang pagi hari mungkin terbiasa membaca informasi atau berita-berita yang lagi hangat, bisa melihat tulisan saya dan menikmatinya.

Pelajaran menyenangkan yang amat berharga bagi saya dan ingin saya bagikan ke kompasianer disini ialah menulis memang baiknya mengikuti emosi hati yang mengalir saat itu. Begitu dapat ide, ada rasa dan emosi membuncah segeralah tuang dan keluarkan semuanya dalam bentuk tulisan Anda. Jangan ditunda! Karena rangkaian kalimat yang keluar pasti akan berbeda dan bagi yang membaca, emosinya juga belum tentu bisa didapatkan.

Lain halnya dengan tulisan yang dibuat saat emosi penuh dan total, maka yang membacanya pun akan larut dan terbawa dalam emosi yang sama. Bukankah dalam berbagi tulisan salah satu tujuannya adalah agar pembaca terbawa dengan apa yang kita rasakan? Sehingga pesan dalam tulisan tersampaikan dengan baik?

Ini hanya teori saya. Teori yang mungkin tidak sependapat dengan orang lain :)


Lalu bagaimana nasib tulisan saya itu sampai dengan hari ini? Senang sekali! Jumlah pembaca menunjukkan angka 3001 alias sudah tiga ribu satu kali tulisan saya dibaca dan dinikmati orang lain!
Terlepas dari apa isi tulisan saya, disini saya hanya ingin berbagi bahwa ternyata indah ya rasanya jika tulisan kita dibaca banyak orang :)


So, yuk semangat menulis. Tulislah dengan hati, maka yang membacanya juga akan tersentuh hatinya :)


Ini tulisan saya waktu itu http://sosbud.kompasiana.com/…/dinda-are-you-okay-647468.ht…

(dnu, 23 April 2014, 09.19)