Monday, January 12, 2015

Kembali Menginspirasi di Kota Palembang


Kamis (27/11) saya kembali mendapat kesempatan untuk bergabung dalam tim Kelas Inspirasi yang merupakan gerakan dari organisasi Indonesia Mengajar. Kali ini saya kembali menjadi relawan pendidikan namun untuk daerah yang berbeda, yaitu bagi kaum marginal di Kota Palembang.

Mendengar nama kotanya saja sudah banyak imajinasi menyenangkan yang berkeliaran di kepala saya. Bukan cuma khayalan tentang gemericik aliran air sungai musinya saja, atau bentangan indah jembatan ampera, namun lebih kepada sapuan lembut angin sriwijaya di tengah perbukitan Siguntang-lah yang sudah tak sabar ingin saya gapai. Ya, persisnya saya mengajar di SD Negeri 7 Bukit Siguntang, Palembang.

Mengajar satu hari, namun selamanya menginspirasi. Benar saja, seluruh relawan disini memang ditugaskan untuk menjadi inspirator tentang profesi yang digelutinya kepada murid-murid Sekolah Dasar agar mereka termotivasi, bahwa yang lahir dari kaum menengah ke bawahpun sesungguhnya juga bisa "menjadi orang" dan menjadi kebanggaan orang tua.

I have to do something for them! Itulah sekelumit kata yang terus berputar dikepala saya kala menjadi seorang pengajar sehari. Pesannya cukup berat, karena kita harus bisa tampil dalam satu hari untuk selamanya menginspirasi.

Saya melihat anak-anak SD khususnya yang masuk dalam kategori marginal, sangat membutuhkan bukti nyata atas sebuah pekerjaan yang bisa mereka raih saat dewasa nanti. Bukan hanya taburan teori ilmu pendidikan saja, tapi alangkah sempurnanya jika turut diberikan wujud nyata dihadapan mereka bahwa inilah berbagai profesi yang bisa diraih dan ditekuni.

Tujuannya sederhana yakni agar anak-anak kecil nan ceria itu tidak lagi terlalu jauh berada diawang-awang dalam menyusun cita-cita mereka. Karena saat relawan berbagi kisah pun kami turut menyampaikan bahwa siapapun bisa menjadi dokter, polisi, guru, arsitek atau apapun! Tidak harus mereka yang mempunyai uang banyak, mengenyam pendidikan di sekolah mahal atau apapun yang kadang membuat anak-anak marginal itu menjadi pesimis.

Siapapun bisa maju dan berkembang, asalkan penuh dengan semangat dan ketekunan dalam meraih cita-citanya.

Berbagi itu amat menyenangkan. Berbagi itu sungguh mulia. Dan berbagi adalah luar biasa!

Thx Kelas Inspirasi

(dnu, ditulis sambil selonjoran, 28 November 2014, 12.40)