Saturday, January 10, 2015

Ketika Aku Mencari Ibu

Bagun pagi Ibu sudah berangkat bekerja...

Aku bersiap ke sekolah hanya ditemani mbak-ku setiap hari...
Aku mandi, berpakaian, dan mengikat kuda rambutku dibantu mbak-ku...
Aku bahkan tak sempat mencium tangan Ibu saat aku akan berangkat ke sekolah... Hanya genggaman tangan mbak yang menemaniku hingga gerbang sekolahku...

Siang hari saat aku pulang dari sekolah, kembali aku mencari Ibu...
Aku tau Ibu masih sibuk bekerja di kantornya...

Hanya saat matahari mulai tenggelam, aku tahu Ibu tengah bersiap pulang ke rumah untuk menemuiku..
Malam mulai larut... Ibu tak kunjung tiba...
Kata mbak, mungkin ibu terjebak macet di jalan, atau mungkin ada meeting dadakan...
Lagi, hanya mbak yang ada disampingku, selalu...

Jam di dinding mulai menunjukkan pukul 9 malam...
Ibu belum tiba...

Aku terjerat rasa kantuk yang tak bisa lagi ku tahan...
Ibu belum ada...

Belaian lembut tangan mbak mulai memapahku ke kamar dan menidurkan aku dengan penuh cinta...
Secepat kilat aku terlelap... lelah bermain sepanjang siang yang hampa karena tanpa siapa-siapa...
Esok paginya aku terbangun... tak hanya jajaran pelajaran hari ini yang aku ingat, tapi aku masih ingat Ibu...

Ibu pulang jam berapa semalam?
Ibu sibuk sekali ya?
Pagi ini aku ngga sempat ketemu Ibu lagi... :(
Apakah aku harus menunggu Sabtu Minggu saja untuk bisa melihat wajah Ibu?

Ibu, sudah sampai di tempat kerja ya?
Kok Ibu tidak bangunkan aku tadi malam saat Ibu pulang...
Ibu sempat cium pipiku kah....?

Ibu, nanti sore pulang cepat ya :(
Aku mau main sama Ibu...

Lalu hari Sabtu Ibu ajari aku cara mengikat kuda rambutku ya, biar cantik seperti Ibu...
....dan di hari Senin nanti aku akan mengikat rambutku sendiri seperti yang Ibu ajarkan...

Biar aku cantik seperti Ibu...
Ibu, aku sayang Ibu :(

(dnu, entah ini ditulis saat saya sedang apa, 22 Desember 2014, 11.40)