Monday, January 12, 2015

Meraih Energi Positif dari Pengemudi Taksi

Sore itu sepulang bekerja saya merasa sangat lelah, sehingga keputusan menempuh perjalanan menuju rumah jatuh pada pilihan "naik taksi". Bukan Transjakarta yang kadang saya tumpangi jika harus pulang kantor seorang diri.

Saya naik angkutan sedan biru persis dari seberang jalan kantor tempat saya bekerja. Memang jika sendirian saya sangat memilih merk ini, yang saya anggap bisa membuat saya merasa aman dan nyaman berada di dalamnya.

Satu hal penting lainnya, karena ilmu navigasi saya yang begitu buruk, maka hampir sepenuhnya rute jalan yang akan ditempuh ke lokasi tujuan, saya percayakan pada sang pengemudi.

Namanya Donny Sahbani, pengemudi taksi yang grup perusahaannya mengunggulkan warna biru sebagai ciri khas utama.

Baru menempuh perjalanan beberapa ratus meter, terdengar kumandang adzan maghrib. Suara tersebut sayup-sayup terdengar di luar jendela kendaraan, namun juga terdengar sangat jelas dari radio di dalam kendaraan ini. Ya, sejak saya masuk ke dalam mobil ini memang sudah jelas mengalun lagu-lagu islami yang mengiringi tenggelamnya matahari.

Usai adzan maghrib, Pak Supir lantas mengambil satu botol besar air mineral yang saya lihat tutupnya masih disegel. Tidak lama ia berkata "maaf ya mba saya minum dulu, batalin puasa saya..." Sambil perlahan meminggirkan kendaraannya agar berjalan ditepian, namun tidak berhenti total.

Kaget bercampur malu. Tidak banyak yang saya ucapkan, hanya segelintir kata "oh silahkan pak..." yang mampu terlontar. Bagaimana tidak, ia yang sudah jelas pekerjaannya lebih lelah dari pada saya, tapi masih mampu berpuasa, melawan terik matahari yang pasti ia temui sepanjang perjalanannya mencari nafkah.

Sesaat setelah ia selesai meneguk air mineral, saya beranikan diri untuk bertanya. "Biasa puasa senin kamis ya Pak?" Pak Donny menjawab singkat "InsyaAllah mba..."

Wow! Jawaban singkat yang jelas membuat saya terperanjat. Hebat! Luar biasa! Bekerja setiap hari yang mengharuskan keliling menempuh perjalanan ratusan kilo meter. Tapi tetap ingat pada ibadah, ingat akan besarnya nikmat Allah SWT jika hambaNya senantiasa menunaikan perintahNya.

Pelajaran pertama yang saya dapat petang ini ialah tidak ada alasan apapun yang dapat menghalangi seseorang untuk menunaikan ibadah wajib maupun sunnah. Semua kembali kepada niat dalam diri masing-masing.

Ilmu bisa didapat dari mana saja dan dari siapa saja. Jangan melihat siapa orangnya, tapi lihatlah perbuatan dan nilai-nilai positif apa yang bisa kita ambil darinya. Karena energi positif bisa terpancar dari mana saja.

Pelajaran ke dua dimulai.

Menempuh seperempat perjalanan, di tengah jalan tol, Pak Donny berkata "waduh mba... rem mobil ini ngga bener nih mba...". Saya mencoba tenang dan menyambut pernyataannya "oh.. terus gimana pak? Exit tol terdekat aja deh pak.. Nanti biar saya naik angkutan yang lain..."

Akhirnya kami keluar di jalur exit tol terdekat. Berkali-kali pengemudi ini mengucap basmallah, karena saat itu jalanan menurun dan bayangkan kami menuruninya dengan kondisi rem yang tidak berfungsi dengan baik.

Sekali lagi Pak Supir berkata "Maaf ya mba, ini demi keselamatan, jadi saya akan oper Mba ke taksi grup yang lain"

Saya menolak, biar saya cari sendiri taksi lainnya. Karena saya berfikir Bapak ini harus segera mengisi perutnya setelah seharian berpuasa.

Akhirnya ia tetap mencarikan taksi lain, dan saya naik yang masih satu grup. Pak Donny menolak uang yang saya berikan sebagai ongkos taksi yang baru seperempat perjalanan itu. Katanya, ini adalah tanggung jawabnya dan ini bagian dari pelayanan yang harus ia berikan.

Saya melihat Pak Donny sebagai salah satu pengemudi yang baik dan bertanggung jawab.

Tidak mau adu mulut, karena saya memaksa untuk membayar dan ia bersikukuh menolak. Melihat keadaan yang demikian, maka uang saya tinggalkan saja di jok belakang tempat saya duduk tadi.

Tanpa sepengetahuan Pak Donny, uang sukses saya letakkan, dan saya bersegera masuk ke taksi lainnya yang sudah menunggu.

Pak Donny telah memberi pelajaran yang berarti pada sore menjelang malam ini. Rajin ibadah, santun dan bertanggung jawab.

Semoga masih banyak Donny-donny lainnya yang mampu mengharumkan nama perusahaannya melalui sikap positif kepada jutaan pelanggannya.

(dnu, 23 Juni 2014, ditulis di taksi, 18.36)