Saturday, January 10, 2015

Pembeliku Sayang, Pembeliku Malang

Pada suatu waktu, ada yang menghubungi saya via BlackBerry Messanger (BBM) dengan tergesa-gesa. Apa tandanya?? Sapaan PING! hadir berkali-kali diawal perbincangan. Walaupun menurut saya, PING! adalah bukan pengganti salam. Tapi ya sudahlah nampaknya dunia maya ini sudah salah kaprah.

Singkat cerita kami sudah sampai pada obrolan pembelian cake. Calon pembeli cantik ini sudah bertanya macam-macam, sana-sini, ngalor ngidul hingga luar dalam cake ditanyakan. Contoh-contoh bentuk cakepun sudah dimintanya tanpa henti.

Hingga akhirnya ia memilih sebuah model cake dengan dekorasi khusus pilihannya. Dan saya sepakat untuk membuatkannya dan mengirim di tanggal yang telah ditentukan.

Dekorasi yang diinginkannya memang bukan ornamen cake yang biasa saya gunakan. Tapi demi dirinya saya beli khusus hiasan tersebut untuk cake pesanannya. Dengan harga yang tidak murah, hiasan tersebut berhasil saya dapatkan dengan susah payah, karena agak jarang yang menjualnya.

Obrolan penyesuaian jam pengiriman pun dibahas dengan detil. Jangan sampai telat dan jangan sampai terjadi sesuatu saat pengiriman berlangsung. Karena cake ini akan digunakan dalam acara syukuran ulang tahun anaknya di sekolah.

Beberapa hari berikutnya ia mengirim pesan via BBM lagi yang isinya mengubah tanggal pengiriman dikarenakan sesuatu hal. Oke, bagi saya tidak masalah, karena semuanya masih terjangkau.

Melangkah ke hari-hari selanjutnya yaitu H-1 dari tanggal pengiriman, kembali masuk pesan darinya, namun kali ini isinya cukup mengejutkan. Mau tau? Hehe... Kurang lebih seperti ini :

"Sist, maaf ya cakenya batal. Karena tantenya anak saya sudah membelikan cake juga untuk anak saya. Kalau dia saya larang ga usah beli, kasihan, nanti dia kecewa, karena dia sudah tua..... Oh iya, ornamen pesenan saya Sist sudah beli ya? Aduh maaf ya sudah ngerepotin...."

Petir menyambar.... Gubraaakkkk... Zzzzzzz........
Hahahaha....... Mendadak migren.... Wkwkwkwkwk......

Hal ini mengingatkan saya bahwa, saya hanyalah manusia biasa yang tidak bisa apa-apa. Kalau Tuhan sudah berkehendak apapun bisa terjadi.

Termasuk juga pengadaan cake yang sudah saya siapkan dengan penuh cinta, tiba-tiba batal dalam sekejap mata haha...

".....Mbakyu, tahukah kamu betapa sakitnya aku....?" Huahahahaha....

Btw, thanks ya sudah sempat memilih etalase mungil ini sebagai labuhan sementara pembelian cake anakmu, walaupun ndak jadi.... Qiqiqiqiq.... Love you!

(dnu, ditulis dipagi buta yang mempesona, 26 Desember 2014, 06.10)