Saturday, January 10, 2015

Ribut-ribut Soal Toleransi Beragama? Lihat Kami!

Sahabatku, mulai memasuki bulan Desember ini pasti kamu sedang bahagia sekali, apalagi hari ini, ya kan? Hari ini adalah Hari Raya agamamu.

Kamu sahabatku, iman kita memang berbeda, tapi kita tetap bisa berteman dengan sangat baik sekali bahkan romantis bin harmonis sekali.

Kita bertiga, tidak sama. Kamu berbeda iman dengan kami berdua, tapi kita sangat asyik ya menjalani hari-hari pertemanan kita :)

Saya cuma ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kita bertiga beda, kamu Keristen dan dua sahabatmu ini Islam. Tapi kita ngga pernah ribut soal agama atau soal apapun.

Betapa kamu tidak pernah canggung jalan bertiga dengan kami yang dua-duanya berjilbab. Kamu selalu menunggui kami menunaikan ibadah sholat saat kita pergi bertiga. Kamu rela tidak makan siang bersama karena kami harus mengaji. Dan saya juga ingat bahwa kamu tidak pernah canggung saat kami memintamu menemani kami ke toko pakaian muslim.

Saat makan siang bersama, kamu pun bebas memesan makanan kesukaanmu, bahkan untuk daging yang kami tidak boleh memakannya. Walaupun demikian acara makan siang kita tetap berlangsung dengan ceria, dibuktikan dengan adanya selingan selfie kita yang berjuta-juta.

Kami juga amat senang saat menemanimu ke toko perlengkapan Ibadahmu. Bahkan kami selalu tertarik mendengarkan berbagai cerita seru tentang Sekolah Minggu-mu. Menemanimu ke toko kain saat kamu ingin membuat seragam gerejamu, dan tentunya kami sangat menantikan hari pernikahamu karena sudah tak sabar ingin mendampingimu di acara adat batakmu itu. Dan janji kita, dua sahabatmu ini akan ada saat kamu menikah nanti.

Dan toleransi terindah kita adalah saat kita ingin merayakan ulang tahun persahabatan, kita memilih untuk pergi di hari Sabtu karena hari Minggu adalah hari Ibadahmu dan hari pelayanannmu untuk anak-anak sekolah minggu-mu. Agar sama-sama bahagia, tetap bisa pergi bertiga dengan tidak mengganggu siapa-siapa.

Akhir tahun ini sangat ramai dibicarakan sana sini tentang toleransi umat beragama, terutama saat menjelang Natal. Cukup melelahkan jika mengikuti beritanya.

Sekali lagi, saya hanya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ada kita bertiga yang terlalu indah kala menata semuanya selama belasan tahun.

Dan kita percaya bahwa bukan cuma ada kita yang selalu berusaha toleran antar sesama, karena pasti banyak di luar sana yang lebih harmonis dari kita, tapi justru dibumbui informasi-informasi yang berpotensi merusak yang sudah ada menjadi tiada.

(dnu, ditulis karena capek ngikutin berita toleransi beragama, 25 Desember 2014, 08.15)

Etalase Dewi Marissa Agnes Sidabutar Mely Abertina Barlianto