Monday, January 12, 2015

Rumah Tanpa Mama


Mama pergi karena Tuhan yang memanggil.
Mama ngga ada karena Tuhan yang berkehendak.
Mama di syurga karena Tuhan yang memindahkan rumahnya.
Mama bahagia karena Tuhan yang memintanya.


Masih ada Papa yang selalu siap menjadi Mama.
Semua peran Mama telah tertuang dalam diri Papa.

Kerinduan yang sering membuncah akan Mama, lampiaskanlah semua dalam doa yang teramat indah.

Tetaplah tumbuh dan berkembang tanpa hambatan.
Tetaplah meniti hari dengan bahagia, bersama Mama yang tak terlihat namun senantiasa memberi pendampingan.

Kepergian Mama bukanlah akhir dari cerita.
Keindahan dunia akan tetap kamu rasakan, walau rumah sudah tanpa Mama.

Kini hanya berdua bersama Papa, laki-laki tangguh yang akan selalu berjaga untuk putri cantiknya semata.

(Special to Balita Khanza & Balita Annisa)

(dnu, 12 Juli 2014, 09.10)