Monday, January 12, 2015

Statusmu Harimaumu

Hati-hati menulis status di manapun, baik di media sosial (medsos) maupun di BlackBerry (BB). Khususnya bagi para pelaku jualan online atau akrab disapa Olshop.

Karena menurut saya apa yang kamu tulis maka seratus persen akan mencerminkan bagaimana kamu. Jika kamu sering menampakkan icon marah, mengatakan pembeli yang cerewet, pembeli tidak pintar, reseller bawel atau apapaun hal negatif lainnya.

Jangan salahkan siapa-siapa jika semua orang yang membaca statusmu akan menilai bahwa kamu adalah penjual yang galak, judes, tidak ramah, tidak penyabar dan lain sebagainya.

Seperti baru-baru ini, saya mendapati status seorang rekan sesama penjual cokelat di BB. Ia memasang status singkatnya begini "hanya melayani pembeli yang serius, yang cuma mau ngecek harga doang tidak dilayani".

Mbak Cantik, bukankan ketika orang ingin membeli sesuatu itu cenderung membandingkan harga toko yang satu dengan yang lainnya? Membandingkan kualitas barang yang satu dengan yang lainnya? Bahkan personality sang pedagangpun kerap menjadi perhitungan bagi pembeli.

Nah kalau pedagangnya macam ini, tidak mau diganggu hanya untuk tanya-tanya harga, tidak mau diganggu oleh pembeli yang mungkin tidak serius, tapi hanya mau melayani yang sudah pasti membeli saja, bagaimana dunia olshop bisa bertahan menembus era perdagangan bebas? Qiqiqiqi.....

Girls, proses dealing antara penjual dan pembeli menurut saya adalah perlu melewati proses-proses itu.Proses dimana calon pembeli tanya-tanya berbagai hal, pembeli cari tahu tentang kualitas barang dan harga, cari tahu dimana barang dagangan berada, pengirimannya bagaimana, dan lain sebagainya. Lalu jika menemukan kecocokan barulah akad jual beli akan segera dimulai.

Bayangkan, jika ada orang yang tidak tau siapa kita dan bagaimana kualitas barang yang kita jual, lalu ujug-ujug menyapa dan berkata "mbak saya mau beli cokelatnya 200 ton!" What??? Apakah tidak aneh dengan yang beginian? Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba hadir dan memborong barang dagangan. Justru yang begini menurut saya patut dicurigai.

Terlebih bagi toko online yang barang dagangannya hanya bisa kita lihat melalui gambar, kita ngga tau penjualnya kayak apa, beneran barangnya ada atau tidak, barang sesuai foto atau tidak.

Lha toko offline saja yang sudah jelas-jelas barang dagangan ada didepan mata, penjualnya pun kita lihat, barang bisa diteliti secara langsung, masih saja banyak yang hanya tanya-tanya harga dulu. Dan jelas sedang membandingkan dengan harga toko sebelah.

Lalu apa dosanya calon pembeli olshop yang banyak tanya? Wajar toh?

Tanpa sadar Mbak Cantik sang pedagang olshop yang tidak mau diganggu oleh seseorang yang hanya ngecek harga, telah melakukan hal yang sama pada saya.Kurang lebih selama 4 (empat) hari kami ngobrol di BB, ia banyak tanya tentang semua barang dagangan saya. Yang utama adalah harga. Lalu ujung-ujungnya apa? Yup, tidak satu barang pun dibeli olehnya hahaha.... Saya tertipuu hahah...

Yah buat saya ini wajar saja dan sangat menyenangkan. Selanjutnya tinggal diambil positifnya, karena dengan demikian akan semakin banyak orang yang tahu tentang profil produk saya dan tentunya teman bertambah satu orang lagi.

Ini pelajaran yang amat berharga buat saya dan sangat ingin saya bagikan kepada para pelaku olshop dibelahan dunia manapun. Bahwa kita harus berhati-hati dalam membuat status di media dagang kita. Karena apa yg kita tulis akan menunjukkan bagaimana personality kita sendiri.

Dan jangan sampai kita kemakan dengan status yang kita buat sendiri :)
Karena apa? Statusmu adalah harimaumu :)

(dnu, ditulis pas baru bangun tidur, 6 Juli 2014, 09.45)