Tuesday, January 27, 2015

Surat Terbuka untuk Seluruh Petani & Tukang Apel Di Dunia



Kepada yang Tercinta :
Bapak/Ibu Petani & Pedagang Apel
Dimanapun berada

Dengan penuh rasa cinta,

Bapak/Ibu petani dan pedagang apel yang budiman… semoga saat saya menulis hingga melayangkan surat terbuka ini Bapak/Ibu senantiasa dalam keadaan sehat dan bahagia.

Terkait pemberitaan yang kini hangat beredar di masyarakat, bahwa ada jenis buah Apel tertentu yakni Apel Granny’s Best dan Big B yang berasal dari USA (Granny Smith dan Gala produksi Bidart Bros, Bakersfield, California, Amerika Serikat) tidak boleh diperdagangkan dan dikonsumsi dulu untuk saat ini.

Hal ini pun sudah diinformasikan oleh pemerintah bidang kesehatan Indonesia tentang pelarangan memakan buah Apel jenis ini, dikarenakan terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. 

Bapak/Ibu juga mungkin sudah mengerti bahaya apa saja yang bisa terjadi jika mengkonsumi Apel jenis ini. Karena bakteri Listeria monocytogenes adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Orang sehat yang terinfeksi mungkin menderita gejala jangka pendek seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare. Selain itu infeksi listeria juga dapat menyebabkan keguguran pada perempuan hamil.

Mengerikan sekali ya Pak, Bu :(

Terkait hal tersebut diatas, saya langsung terfikirkan efek samping apa yang mungkin akan dialami oleh Bapak/Ibu. Bisa jadi masyarakat yang awam maupun tidak, akan mengambil jalan pintas teraman dengan menghentikan sama sekali aktifitas mengkonsumsi buah Apel. Bisa jadi orang-orang di luar sana tidak ingin ambil pusing nan berresiko, jadi mereka akan menjauhi sementara yang namanya buah Apel, jenis apapun itu.

Tentunya kekhawatiran ini beralasan Pak, Bu :( Dimana masyarakat yang minim informasi tentang jenis Apel yang berbahaya, ditambah lagi dengan pemberitaan seadanya yang tidak lengkap. Sehingga banyak orang akan sama sekali berhenti makan buah Apel, karena mereka hanya tahu bahwa saat ini buah Apel adalah buah yang mematikan.

Gerakan stop makan Apel. Mungkin gerakan ini dianggap sebagai jalan penyelamatan terhadap jiwa dan raga.
Lalu bagaimana dengan Bapak/Ibu yang sehari-hari mata pencahariannya adalah bertani apel ataupun berdagang apel? :( Tentu akan terkena imbasnya. Seirama dengan pepatah lama ya Pak, Bu karena nila setitik maka rusak susu sebelanga :(

Bapak/Ibu Petani dan Pedagang Apel dimanapun berada, semoga Kementerian Kesehatan Indonesia terus gencar memberikan edukasi dan informasi ke seluruh rakyat Indonesia tentang buah Apel jenis apa yang berbahaya. Dan tentunya juga edukasi tentang masih ada jenis-jenis Apel yang aman untuk dikonsumsi.

Ini harus gencar penyebaran informasinya, karena kalau tidak maka dunia persilatan Apel dalam negeri bisa runyam :(

Apalagi untuk orang awam, mungkin kurang paham mana Apel yang aman dan mana yang tidak aman. Yang mereka tahu hanyalah “jangan makan apel, bahaya” :(

Kalau boleh memberi masukan untuk pemerintah nih, jangan berharap satu arah saja. Artinya jangan hanya mengharapkan masyarakat aktif mencari informasi tentang jenis buah Apel yang kini tengah berbahaya bagi kesehatan, tapi juga harus ada aksi dari pemerintah dalam memberikan informasi.

Bapak/Ibu petani dan pedagang Apel yang budiman, tetap semangat ya ditengah gejolak bakteri jahat yang ada di Apel asal USA itu. Semoga tidak terkena imbas yang terlalu pahit, karena sesungguhnya Apel Indonesia itu manis, segar dan menyehatkan :)

Salam Apel :)

(dnu, ditulis sambil makan gado-gado dengan segala pesonanya, 28 Januari 2015, 12.55)