Sunday, February 22, 2015

Ada Cinta Di Jogja

Ceritanya ada teman yang curhat ke saya, pernah punya pacar di kota kelahirannya, Yogyakarta. Tapi keadaan memaksa mereka harus berpisah. Tapi si teman saya ini masih belum ikhlas ngelepas semuanya. Saya sebagai pendengar ceritanya ikutan sedih, kebayang gimana rasanya harus pisah secara lahir tapi bathin belum bisa.

Jadilah ini tulisan muncul bagai air beberapa saat setelah curhatannya selesai...

Diangkat dari kisah nyata...

Ada Cinta Di Jogja

Jogja, kota sejuta kenangan, sejuta cinta, sejuta cerita bahkan sejuta masa lalu. Tak banyak yang bisa ku ungkungkapkan tentang kota budaya nan elok itu, karena terlalu dalam kisah yang ku pendam hingga sulit untuk ku tuangkan dalam kata-kata. Kamu bisa melihatnya dari tatapan mataku, senyumku dan terawang indah mataku.

Jogja, entah kapan aku kan kembali pulang kesana. Antara bahagia, berharap cemas, bercampur dengan rasa takut yang amat sangat. Aku takut semua cerita kembali menari-nari dengan indahnya di pelipisku, aku takut semua kenangan yang sesungguhnya ingin kukubur kembali datang dan menghantui langkahku. Walau dalam hati kecilku, sangat ingin ku dapat kembali berlari, berputar dan menari disana, di Jogja itu.

Kini semuanya telah berubah, diriku, juga dirinya. Tetapi tidak dengan Jogja ku, yang juga merupakan jogjanya. Karena bumi keraton ini adalah Jogja kami.

Tapi dibalik itu semua sesungguhnya hingga kini ku masih terperanjat, ku masih tak percaya, seketika aku harus berpisah dengan Jogja ku, dengan semua kisahku, dan tentunya dengan orang terkasih ku. Dalam hitungan waktu yang cukup lama kujalin semuanya, cerita indah yang ku kira tak akan pernah ada akhirnya. Tapi apa yang kuhadapi saat itu? Aku harus menerima bahwa semua telah hancur. Tanpa butuh waktu yang panjang, garis menentukan kami harus berpisah.

Kini aku berdiri di kota ini, kota yang banyak dikatakan orang sebagai kota metropolitan. Yah memang ada benarnya, kota besar yang kadang berhasil membuatku naik darah. Tak jarang aku marah pada keadaan, yang padahal hal ini tak pernah terjadi padaku kala masih di kota yang tugunya berdiri megah itu, Jogjakarta.

Ditengah hiruk pikuknya kehidupan di Ibukota ini, pikiranku masih saja melayang pada kisah kasihku beberapa tahun lalu. Semua tak bisa hilang begitu saja, karena semuanya telah terukir indah di hatiku dan diseluruh perjalanan hidupku. Jogja, mungkin suatu sat aku akan kembali kesana. Dan untuk semua kenanganku, tunggu aku di Jogjamu. (dnu)

Ditulis tanggal 20 Desember 2010