Wednesday, February 4, 2015

Cinta Tak Melulu Ada Di Hati



Buku tipis nan penuh gambar ini telah memberi banyak pelajaran bagi saya. Dan karenanya saya ingin berbagi dengan teman-teman semua tentang pelajaran yang saya maksud.

Buku karangan Colin Thomson ini dicetak dengan dua bahasa, yakni Inggris dan Indonesia. Didalamnya dikisahkan mengenai hangatnya cinta dalam kesunyian antara Anjing dan majikannya.

Majikan laki-laki yang amat sangat pendiam, telah memelihara Anjing ini dalam waktu yang terhitung lama. Dalam kurun waktu tersebut tumbuhlah benih-benih rasa sayang antar keduanya.

Dalam kesehariannya sang majikan memang tak pernah secara verbal mengucapkan rasa sayangnya pada binatang peliharaan kesayangannya itu. Bahkan nyaris majikan ini sering tidak sengaja menginjak ekor sang Anjing hingga membuatnya sakit, takut dan merasa tak disayang.

Suatu hari sang majikan sedang sakit. Selama satu minggu tak bisa beraktifitas, termasuk menengok Anjing kesayangannya itu, dikarenakan sang majikan memiliki kamar tidur di lantai atas, sementara sang Anjing di lantai bawah.

Disinilah rasa kangen mulai muncul diantara keduanya. Anjing sedih dan merasa kehilangan sang majikan, pun sebaliknya.

Setelah sang majikan merasa tubuhnya membaik, ia lantas menghampiri sang Anjing dan tanpa kata-kata langsung menggendongnya untuk dibawa ke lantai atas.

Tetap dalam diam, sang Anjing diletakkannya di atas tempat tidur dan persis berada disampingnya. Si Anjing sungguh heran. Ia berharap ini bukanlah mimpi. Karena rasa kangen pada majikannya kini sudah terobati.

Sang majikan nampaknya juga kasihan pada binatang peliharaannya itu karena tidur sendirian di lantai bawah tanpa sapaan siapa-siapa. Rasa sayang yang teramat dalam telah membuka hati sang majikan untuk mengajaknya tidur bersama.

Si Anjing amat senang bercampur heran. Dan kini ia percaya bahwa sesungguhnya dalam diam sang majikan tersimpan cinta yang teramat dalam untuknya.

Dalam ketidaksengajaannya sang majikan menginjak ekor sang anjing, sesungguhnya tetap ada cinta diantaranya.

Dalam kesendiriannya saat sakit, saat tidur tanpa teman, sesungguhnya disana ada rasa sayang yang sama-sama dirasa.

Cinta tidak perlu diungkapkan, karena cinta sesungguhnya adalah apa yang kamu lakukan, bukan tentang apa yang kamu ucapkan.

Seseorang yang terlihat kasar padamu, sesungguhnya cinta ada dalam dirinya.

Seseorang yang terlihat mengabaikanmu, sesungguhnya ada kekhawatiran yang dipendam.

Dan seseorang yang tak berkata apapun padamu, sesungguhnya dalam tindakannyalah ia sedang berkata, aku cinta kamu.

Sometimes love is under your feet.

(dnu, ditulis sambil nungguin ada tamu yang mau dateng ke rumah, 4 Februari 2015, 21.05)