Thursday, February 19, 2015

Everything Happen for a Reason


Kadang manusia bertanya dan berbicara kepada Tuhannya...

Ya Allah, kenapa mesti kaya gini....
Ya Allah, ini sangat tidak menyenangkan, dan saya nggak mau ini....
Ya Allah, apa maksud dari cobaanmu ini...
Ya Allah, saya sudah nggak kuat lagi...
Ya Allah, kenapa harus saya yang merasakan ini...


Dan masih banyak kalimat ratapan lainnya yang sering kita semua temui baik di status BlackBerry, FB, twitter atau apapun.

Nampaknya media sosial memang telah menjadi pelampiasan paling empuk bagi hati yang terpuruk.
Meratap, mengadu, menangis dan tersedu, adalah ungkapan emosi dari dalam diri yang katanya akibat dari sudah tak sanggupnya seseorang menahan beban atau penderitaan.

Dan luapan emosi yang kadang tak terkendali adalah yang seperti ini. Menuangkan sebaris kalimat di media sosial dilengkapi dengan gambar ilustrasi yang berlinang air mata.

Semua yang Tuhan beri pasti ada hikmahnya.

Karena selalu ada makna dibalik semua pertanda.
Ada harap dibalik cemas.
Ada kemudahan dibalik kesulitan, dan ada cinta di setiap air mata.
Serta yang paling penting karena semua terjadi untuk sebuah alasan.

Pasti ada hikmahnya, hanya saja kadang kita lupa memaknainya.

'cause everything happen for a reason.

(dnu, ditulis sambil mengumpulkan niat untuk mandi di siang bolong - terinspirasi dari status BB temen yang mellow melulu, 19 Februari 2015, 11.55)