Thursday, February 12, 2015

Sehari Tak Menulis, Bagai Makan Sayur Tanpa Garam

Magnet tulis menulis telah terlalu amat sangat melekat kuat pada jiwa saya. Hal ini mungkin sama terjadi pula pada sebagian orang yang memili passion dibidang kepenulisan.

Jika ada yang menanyakan apa sih sebenarnya manfaat dari menulis? Sesungguhnya hal ini sulit saya jawab secara tertulis, karena jelas kesenangan absolute itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata :p
Apa saja manfaat menulis yang saya rasakan? Berikut ini jawabannya :)

      1. Menulis adalah Terapi
Bagi sebagian orang menulis bisa dijadikan sarana terapi jiwa. Misalnya bagi yang tengah galau bin gundah gulana, jika seluruh kegelisahan hati dan jiwanya dituangkan melalui tulisan, percaya deh sedikit dari jiwamu akan merasa lebih tenang. 

Menuangkan curahan hati melalui tulisan sama halnya dengan kita bercerita kepada orang lain. Bukankah jika kita berbagi kesedihan dengan teman atau sahabat maka kesedihan kita akan terasa sedikit berkurang? Hal ini sama halnya dengan menulis :)

     2. Menulis adalah Pembentukan Karakter Diri
Dalam menulis tentunya kita memiliki kecenderungan terhadap satu fokus bahasan. Misalnya ada yang senang gemar dengan segala pernak pernik dunia fashion, maka dalam menuangkan hobi menulisnya ia banyak bercerita tentang dunia fashion. Nah disini akan terlihat karakter dia sebenarnya sebagai ‘siapa’, pecinta fashion tentunya.

Atau ada juga yang gemar menulis naskah cerita/novel, maka sudah jelas bahwa ia tertarik dunia fiksi yang daya imajinasinya mampu melambung tinggi.

Ada lagi yang jenis tulisannya selalu menjadi penengah terhadap sesuatu hal. Misalnya sedang ramai-ramainya ribut pembubaran suatu organisasi keagamaan, maka melalui tulisannya ia berusaha memberikan pencerahan lainnya agar yang membacanya tidak terpancing ikut ribut, malah terbuka fikirannya terhadap sisi yang lupa dilihatnya. Karakter ini mungkin bisa disebut dengan karakter tenang dan menenangkan.

     3. Menulis adalah Berbagi Ilmu
Para ilmuwan menuangkan hasil penemuannya melalui paparan tulisan atau artikel. Sederhana saja, menulis memang jelas ajang berbagi ilmu. Buat yang tidak kesampaian untuk menjadi guru atau pendidik informal, kamu bisa membagikan wawasanmu melalui tulisan yang jangkauannya bisa lebih luas lagi.

      4. Menulis adalah Pengabadian Diri
Gajah mati meninggalkan gading, kita mati meninggalkan apa? Buatlah dirimu dikenang melalui hal-hal positif dan bermanfaat yang kamu lakukan selama hidupmu. Salah satunya rekamlah jejakmu melalui tulisan, karena tulisan yang baik dan berguna tentu akan menjadi pelajaran bagi yang membacanya, dan ini akan dipegang selamanya. Dengan demikian, jika goresan tangamu selalu diingat oleh orang lain maka otomatis dirimu turut dikenangnya.

Kenangan adalah keabadian, maka menulis adalah proses pengabadian diri yang dirintis sedikit-demi sedikit dalam hidup dan kehidupan.

      5. Menulis adalah Beramal
Jika hasil karyamu dimanfaatkan oleh orang lain secara terus menerus dan turun temurun, maka amalpun akan senantiasa mengalir padamu. Demikian juga tulisan yang sarat manfaat, jika menjadi pembelajaran bagi orang lain maka amal pun mengalir pada sang penulisnya.

So, tunggu apa lagi? Lakukan apa yang menjadi passion-mu dan upayakan ada manfaat-manfaat tertentu yang bisa diambil oleh orang lain, agar kelak jika dirimu tiada maka akan tetap ada yang mengenangmu.
Dan bagi saya, jika tidak menulis sehari saja bagaikan makan sayur tanpa garam. Mau tahu rasanya? Nggak enak banget :(

(dnu, ditulis sambil istirahat di kantor, 11 Februari 2015, 13.03)