Tuesday, March 31, 2015

Astronot Cilik Indonesia

Roket buatannya digenggam dengan erat, pertanda betapa bangganya ia dengan hasil karya tangannya sendiri dengan hiasan cita-cita diatasnya.

Riko, murid kelas 2 SD Nawungan, Bantul, Yogyakarta, semangat membuat replika roket dari kertas origami yang saya bagikan saat menjadi guru tamu.

"Aku mau jadi astronot kak, trus terbang ke bulan......" Ungkap Riko.

"Kalau ke Bulan naik apa Riko??" Tanya saya sekaligus menguji kecanggihan lelaki ganteng ini.

"Naik Roket kak...." Teriaknya penuh semangat.

Cita-cita memang harus setinggi langit, dan saya tidak pernah membatasi imajinasi anak-anak untuk menjadi apapun mereka jika besar nanti.

Beragam mimpi saya temukan kala beraksi menjadi seorang relawan pendidikan ke pelosok daerah. Mulai dari mimpi yang paling sederhana, hingga yang luar biasa dan membuat mata saya berkaca-kaca.

Saya temukan mimpi seorang anak SD di Kintamani, Bali, dimana ia ingin menjadi seorang petani Jeruk jika besar nanti. Cita-cita yang tidak terlalu berlebihan, bahkan cenderung seadanya mengikuti lingkungan. Berkaca pada ayahnya yang seorang petani Jeruk, maka mimpinya pun hanya sebatas itu.

Kali ini ada mimpi luar biasa dan berupaya menembus astmosfer kehidupan. Calon penerus bangsa yang ingin menjadi seorang astronot.

Mungkin suatu hari nanti Riko akan membuat sebuah penemuan untuk planet baru. Maka jika terjadi sesuatu pada bumi ini, kita bisa pindah ke planet lain, hasil temuannya Riko. Mungkin saja.

Entah saat kecil dulu saya bermimpi untuk menjadi apa. Sepertinya tidak pernah. Saya hanya berfikir ingin menjadi saya sebagaimana yang Tuhan gariskan.

"Bermimpilah setinggi-tingginya dan jangan batasi imajinasimu. Karena kamu adalah apa yang kamu pikirkan."

(dnu, ditulis sambil makan siang diantara jutaan laki-laki, 24 Maret 2015, 13.00)

Cc. Bp. Anies Baswedan