Saturday, March 21, 2015

Calon Presiden Dari Bantul

Namanya Dana, murid laki-laki kelas 2 SD Nawungan, Bantul, Yogyakarta yang saya temui saat menjadi relawan Indonesia Mengajar - Kelas Inspirasi (16/3) lalu.

Dana tengah terisak disudut ruangan saat saya masuk ke dalam Kelas 2. Saya hampiri dengan hati-hati, takutnya Dana marah atau takut bertemu dengan orang baru atau guru tamu seperti saya.

Saya mulai bertanya "Kamu kenapa? Sakit? Jatuh? Ada yang nakalin?" Dana hanya menggeleng sambil terus terisak.

Saya tanya teman disebelahnya, ia pun tak tahu mengapa Dana menangis. Saya langsung mengusap kepalanya, mengajaknya berbicara dan coba memeluknya. Saya katakan "Dana, sekarang Kakak mau bagi-bagi pin, Dana mau ngga? Nanti di pinnya bisa ditulisin cita-cita Dana...."

Dana menatap mata saya sambil mengusap air matanya, dan mengangguk tanda setuju. Akhirnya drama tangispun selesai.

Tiap anak saya bagikan pin satu persatu. Perintahnya, pada pin tersebut harus dituliskan cita-citanya masing-masing. Dan saya masih tertarik kepada Dana.

Ia mulai menulis, kata "Prisiden" akhirnya lancar dituangkannya diatas pin. Saya tanya "Mau jadi Presiden ya?"

"Iya...!!!" Jawab Dana dengan penuh semangat.

"Biar aku bisa ke Jakarta Kak, pengin jadi Presiden..." tambahnya.

Dana yang hebat, Dana yang luar biasa. Profesi yang kini tengah kontroversi namun tetap diimpikan oleh seorang anak SD di Dusun Nawungan, Bantul.

Semoga Dana bisa meraih cita-citanya di masa yang akan datang. Dan kelak menjadi pemimpin yang adil dan berbudi luhur, sehingga mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya.

Dana adalah sosok putra bangsa yang polos dan tak mengerti betapa negara kita kini tengah hingar bingar atas sebuah profesi seorang Presiden.

Mungkin dimata Dana hanyalah kedamaian yang kini ada. Karena memang benar hanya sebuah keceriaan yang boleh tampak di mata anak Indonesia.

(dnu, ditulis sambil galau karena gerimis mengundang, 19 Maret 2015, 12.59)