Monday, March 30, 2015

Semangat Ala Tahu Gejrot



Adalah Mbak Cantik seorang pedagang Tahu Gejrot yang hingga kini saya tidak tahu namanya. Telah memberikan asupan energy yang seketika mampu membuat saya begitu bersemangat usai membeli produknya yang berbahan dasar tahu itu.

Sore itu (1/2) saya berbelanja ke sebuah pusat perbelanjaan yang letaknya tidak jauh dari rumah. Usai membeli beberapa kebutuhan pokok saya memang terbiasa untuk membeli makanan kecil siap saji sebagai bekal perjalanan pulang.

Saat itu mata dan hati saya bergitu tertarik dengan sebuah jajanan bernama Tahu Gejrot. Tanpa pikir panjang, saya segera menghampiri gerobag dagangan tahu goreng yang  dalam penyajiannya dicampur dengan air cuka, cabai, bawang merah dan bawang putih. 

Mbak Cantik sang pedagang menyambut saya begitu ramah.

“Sore Bu…. mau berapa porsi bu?” tanyanya dengan penuh senyum yang sumringah.

“Satu saja” jawab saya singkat.

Sambil mulai mempersiapkan makanan asli Jawa Barat tersebut, Mbak Cantik ini menjawab pernyataan saya. Lagi-lagi dengan senyum manis dan penuh semangat.

“Satu aja Bu belinya..? Ngga beli dua gitu bu…?”

“Satu saja cukup Mbak…. terima kasih…” jawab saya.

Sepanjang mempersiapkan makanan ringan kesukaan saya ini, ia terlihat begitu semangat dan begitu menikmati profesinya.

Saya mulai kagum pada dirinya. Ia begitu semangat mengajak saya berbicara. Terlepas dari apa tujuannya, atau memang tengah merayu saya agar membeli lebih dari satu porsi, tetap saja ada satu sisi positif lainnya yang saya kagumi. Mbak Cantik berjilbab ini begitu bersemangat dalam berjualan. Nampaknya ia begitu menikmati bahkan mencintai pekerjaan yang dilakoninya saat ini.

Usai dibuatkan satu porsi, saya segera menyerahkan uang dan beranjak pergi.

Masih jelas di telinga saya saat Mbak Cantik ini menerima uang pemberian saya, ia berkata “Oke bu, terima kasih banyak…”

Kalimat sakti tersebut diucapkan dengan penuh semangat dan rasa terima kasih yang amat terasa ketulusannya. Bukan sekedar basa-basi atau hanya sebuah standarisasi.

Para pembaca yang budiman, Mbak ini hanya seorang pedagang tahu gejrot, yang mungkin saja pendapatannya tidak seberapa bila dibandingkan dengan pekerja kantoran lainnya. Tetapi satu pelajaran yang jarang dimiliki orang lain yang sama-sama berstatus pegawai, atau bahkan secara jabatan jauh lebih tinggi dari seorang pedagang tahu.

Ia begitu ramah pada pembeli yang entah siapa, dia hanya orang lain yang datang dan pergi begitu saja. Ia begitu semangat menyambut siapa saja yang datang untuk membeli barang dagangannya. Tidak lagi dilihat berapa banyak porsi yang dibeli, tetapi semangatnya melayani terus membumbung tinggi.

Mulai dari menyambut calon pembeli, saat melayani, hingga transaksi usai dijalani Mbak Cantik ini telah berhasil memberikan energi positif kepada orang lain.

Seseorang yang memiliki profesi berbeda, yang mungkin tingkat pekerjaannya lebih rumit dari hanya sekedar berjualan tahu gejrot tetap bisa memetik pelajaran dari kisah ini.

Jelas tidak bisa disamakan dengan profesi lainnya yang tanggung jawab, resiko pekerjaan dan tuntutannya pun lebih besar. Tingkat stress menjadi lebih tinggi dan emosi pun akan sulit terkendali. 

Namun jika membaca kisah ini berulang kali ada pelajaran walaupun kecil yang bisa diambil, yakni jadilah pribadi yang menyenangkan yang kian mampu menebarkan energi positif bagi orang disekelilingnya.

Bisa melalui sapaan, senyuman atau hal-hal lainnya yang tak mudah diungkapkan dengan kata-kata.

(dnu, ditulis sambil makan tahu gejrot selera pedas, 1 Februari 2015, 08.30)