Thursday, April 16, 2015

Follow to Unfollow



Dewasa ini banyak sekali sarana-sarana yang amat memudahkan bagi seseorang yang ingin mulai berbisnis. Bisa dikatakan tidak ada lagi alasan bagi yang ingin melebarkan sayap dagangnya namun bingung harus memulai dari mana. Saat ini semua terasa mudah, contohnya bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dengan menampilkan foto-foto barang yang akan dijual.

Tidak seperti zaman dahulu kala yang jika ingin berdagang harus memiliki modal besar untuk membeli barang, sewa bangunan atau toko untuk berdagang, hingga pernak pernik sebagai alat display produk yang akan dijual.

Salah satu media sosial yang banyak dimanfaatkan seseorang untuk berjualan adalah Instagram. Dengan mengusung konsep berbagi foto, media ini memang terasa tepat sekali untuk menjajakan foto-foto barang dagangan kita. Orang yang melihat akan fokus kepada contoh produk kita, karena memang space untuk sebuah tulisan atau deskrispi tidak besar dan tidak terlalu catchy.

Berjualan melalui media sosial yang berbeda memiliki keunikan sendiri-sendiri. Contohnya Instagram, disini kita harus siap dengan istilah follow to unfollow. Jika promosi yang dilakukan cukup bagus maka akan banyak orang yang bergegas menjadi followers. Bahkan jika Instagram kita “dikunci” mereka pun rela mengajukan request agar diterima permohonan pertemanannya. Karena apa? Betapa menariknya promosi yang telah kita lakukan.

Namun apa yang terjadi setelah ia puas melihat-lihat produk kita? Atau mungkin dirasa tidak ada produk yang cocok dengan dirinya maka dengan tanpa basa basi ia akan pergi meninggalkan kita begitu saja. Ya, mereka unfollow, hahaha…

Bisa jadi mereka yang memutuskan untuk unfollow adalah karena merasa terganggu dengan banyaknya iklan produk toko online lain yang kita promosikan melalui akun Instagram kita. Hal ini telah menjadi kebiasaan bagi banyak online shop untuk saling bantu dalam hal promosi. Tapi bagi followers kejadian macam ini bisa mengganggu dan mendukung mereka untuk segera ambil keputusan to unfollow. Karena apa? Banyak iklan produk lain yang tidak sesuai dengan minat kita.

Ketika kita memutuskan untuk mem-follow sebuah akun atau toko online maka sudah pasti yang kita cari adalah produk-produk mereka, bukan produk lain yang tidak ada hubungannya dengan minat kita.

Saya sebagai pelaku usaha yang masih coba-coba di dunia maya ini, lebih tepatnya seller di instagram telah merasakan hal yang demikian berkali-kali. Saya perhatikan jika saya baru saja mengunggah foto-foto yang tidak ada hubungannya dengan produk-produk Etalase Dewi pasti ada saja yang unfollow hihihi….

Saya selalu perhatikan dengan serius kejadian macam ini yang terus terjadi berulang kali. Bisa saya simpulkan bahwa memang benar jika seseorang sudah tidak membutuhkan lagi barang-barang yang dijual oleh sebuah toko online maka ia kan segera pergi meninggalkannya. Dan juga, jika seseorag mendapati update foto yang tidak sesuai dengan yang ia inginkan maka pergi meninggalkan pemilik akun instagram itu juga menjadi pilihan yang harus dijalankan.

Berjualan di dunia maya memang gampang-gampang susah, termasuk via instagram seperti ini. Saya sering mendapati informasi yang beredar di instagram yang isinya kurang lebih seperti ini “iklan sebentar ya, kita lagi saling support untuk sesama online shop. Jangan unfollow ya cantik…” hahaha….

Sudah jelas yang menjadi kebiasaan seseorang untuk mem-follow sebuah toko online adalah mereka memang berteman atau memang tokonya stabil alias hanya mengupload foto-foto produk dagangannya saja :p

Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini adalah :

1.     Keep stay on track.
2.     Istiqomah.
3.     Jangan menclak menclok.
4.     Hanya tampilkan apa yang kamu jual.
5.     Selebihnya? Bikin akun instagram baru wkwkwkw…..

Apakah followers merasa terganggu dengan hadirnya foto-foto lain dari sang penjual? Mungkin saja.

Kalau kata anak gaul mungkin seperti ini “iiisshh.. gengges deh…. unfollow lah!” ahahahah…..

Namun yang pasti melalui apapaun kamu berjualan, selalu jadikan semua yang menghampiri tokomu sebagai raja dan ratu, pun kepada yang hanya melihat-lihat saja. Karena dengan demikian mereka juga akan meratu dan merajakan kamu sebagai sang penjual :)

Ada yang unfollow? Jangan sedih, semua pasti indah tepat pada waktunya.

Karena followers sejati adalah yang datang sendiri tanpa dibeli dan tak mudah untuk pergi ^^

(dnu, ditulis dalam kegelapan dan kelaparan, 17 April 2015, 12.45 WIB)