Sunday, April 19, 2015

Jatuhlah Diantara Bintang-bintang



Setiap anak yang ada di muka bumi ini memiliki hak yang sama untuk merasakan cinta, kasih sayang, kepuasan bermain dan umpan pendidikan yang sama. Intinya, semua anak di dunia ini berhak merasakan bahagia, dan yang boleh mereka rasakan di usia kanak-kanaknya hanya satu yakni suka cita.

Sangat miris tatkala melihat peredaran foto tentang anak-anak di beberapa daerah yang harus melewati jembatan gantung yang nyaris putus saat akan berangkat ke sekolah. Ada juga kisah anak dibawah umur yang sudah harus mengasuh adik-adiknya dikarenakan orang tuanya yang entah kemana, sehingga sang kakak harus mencari nafkah demi kehidupan saudara kandungnya.

Di belahan kota lain ada juga seorang anak yang mau tidak mau harus merawat orang tuanya yang sakit, ia yang mengelola semua urusan rumah tangganya, diusianya yang masih amat muda.

Pengertian-pengertian yang menurut saya terlalu cepat menghampiri mereka, mungkin tak sejalan dengan istilah “dunia anak adalah dunia bermain”. Karena pada kenyataannya masih banyak anak-anak usia sekolah yang tidak merasakan indahnya dunia yang menyenangkan itu. Dan lagi-lagi, terlalu banyak pahala yang coba mereka kais sejak dini.

Mungkin ia tak pernah tau betapa senangnya berlarian di lapangan sekolah dan betapa indahnya bergurau dengan teman-teman di dalam kelas. Mungkin juga ia sudah lupa tentang asiknya berjalan kaki bersama sepulang sekolah, berhujan-hujanan, main bola di lapangan atau bersepeda bersama membelah sawah dibawah pancaran sinar sang surya.

Banyak upaya yang sebenarnya bisa dilakukan oleh generasi dewasa saat ini demi mengembalikan semua kejayaan semu yang tidak sempat dirasakan oleh anak-anak Indonesia yang kurang beruntung. Bisa dimulai dari yang paling sederhana yakni mengingatkan dan menumbuhkan kembali semangat mereka tentang perlunya menggantungkan cita-cita setinggi langit. Jangan pernah merasa tak mungkin, tak bisa dan tak mampu. Semua anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk bercita-cita.

Bisa juga dengan mengobarkan semangat jangan pernah takut bermimpi, karena mimpi adalah awal dari semua kenyataan. Bermimpilah setinggi-tingginya. Kita juga bisa memacu mereka untuk terus meraih semuanya, nikmati prosesnya, nikmati sensasinya dan rasakan semua keindahan manis getir yang turut mengiringi perjalanan dalam mencapai langit.

Melalui partisipasi dalam program Indonesia Mengajar – Kelas Inspirasi ini saya juga ingin membukakan mata seluruh anak bangsa bahwa dunia mereka adalah dunia bermain dan belajar dalam balutan keceriaan. Sambil bermain dan belajar, sambil bertekad menggantungkan cita-cita setinggi langit dan jangan pernah takut terjatuh, namun jika kamu memang harus terjatuh maka jatuhlah diantara bintang-bintang. Yang artinya, setelah memiliki angan-angan yang cukup tinggi namun jika tidak kesampaian maka kamu akan terjatuh dalam keadaan yang paling baik. Kebaikan ini diperoleh dalam proses mencapai cita-cita, dimana semua jejaknya akan membentuk seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih positif.

Terbanglah dan meliuklah dalam kepakan sayap yang paling indah…

(dnu, ditulis ditengah hujan badai nan romantis diiringi gemuruh halilintar yang mengerikan, 19 April 2015, 16.53 WIB)