Thursday, April 16, 2015

Jangan Kepo, karena Lukamu akan Semakin Mengemuka



Kepo atau pengen tahu atau want to know menjadi aktivitas yang lagi ngetrend banget akhir-akhir ini. Apa saja di-kepoin. Mulai dari kepoin barang dagangan di sebuah toko online sampai kepoin akun media sosial (medsos)-nya mantan. Nah  yang terakhir ini yang paling berbahaya, karena kalau kamu kepo sama akun medsosnya mantan maka percayalah bahwa kamu sedang membuka luka lama dan semuanya akan semakin mengemuka.

Hal ini saya perhatikan kerap terjadi di lingkungan remaja saat ini, yang diawali dengan senang memperhatikan akun twitter mantan kekasihnya namun akhirnya kini ia merasa sakit sendiri. Karena apa? Cemburu ndak jelas :p

Cemburuin seseorang yang jelas-jelas sudah bukan siapa-siapanya lagi, namun rasa sakitnya tidak bisa dihindari. Hal ini terjadi akibat dari apa? Kepo. Ya, kepo sama mantan.

Dorongan kuat yang datang dari dalam diri untuk selalu mengikuti perjalanan detik per detik atas akun mantan pacar hendaknya bisa ditahan agar tak kebablasan. Sebisa mungkin abaikan perasaan yang selalu dan selalu saja ingin tahu. Dia update status apa, siapa saja yang memberikan komentar, siapa yang menyapa dia, dia menyapa siapa, hari ini dia ngapain, hingga besarnya rasa ingin tahu dia sedang apa dan dimana. Hhhmm.... hal ini akrab disapa dengan penyiksaan terhadap diri sendiri ^^

Mengapa seseorang bisa amat kepo? Mungkin saja dia lelah. Lelah menerima kenyataan bahwa sekarang sudah tak bersamanya lagi. Makanya apapun dorongan dari dalam diri yang datang kepadanya, diikuti dengan sepenuh hati tanpa berfikir panjang akan akibatnya.

Seberapa sakitnya coba jika mendapati mantan meng-upload foto dirinya dengan kekasihnya yang baru? Hahaha..... pasti sakit, bahkan amat sakit. Siapa yang bikin sakit? Siapa yang mendatangkan rasa sakit itu? Ya, diri sendiri. Mengapa demikian? Karena kita aktif ngikutin medsosnya mantan :p

Sudahilah menjadi stalker sang mantan, kepowers sang mantan ataupun silent reader-nya sang mantan. Biarkan dia hidup dengan dunianya, dan kamu hiduplah dengan duniamu sendiri. Sekali lagi, melalui artikel sederhana ini saya hanya ingin menyampaikan pesan singkat namun penuh manfaat, yakni jangan kepo sama mantan karena lukamu akan semakin mengemuka.

Satu hal penting lainnya, betapa berarti hidupnya amat menarik karena kamu masih saja memperhatikannya, hohoho....

Some call it stalking, but some else call it Love ^^ Hahay!

(dnu, ditulis sambil nahan indahnya ngantuk di siang bolong, 16 April 2015, 14.01 WIB)