Saturday, April 4, 2015

Maskapai “Singa Merah” Terbang Ontime dan Mbak Cantik Sang Pramugari


Perjalanan dari Jakarta ke “Sebuah Kota Di Timur Indonesia” saya tempuh hari ini (4/4) dengan menumpang pesawat yang berlogo “Singa Merah/Singa terbang”. Dimana ramai diberitakan beberapa waktu sebelumnya bahwa maskapai penerbangan yang telah lama beroperasi di Indonesia ini mengalami kejadian luar biasa yakni extra delay. Pengalaman tersebut bukan menjadi kabar yang pertama, setelah sebelumnya banyak terjadi pemberitaan yang kurang mengenakkan bagi perusahaan penerbangan ini.

Berbagai intrik kerap terjadi dan memberi warna tersendiri bagi para penumpangnya. Mulai dari beredar kabar counter check in yang tiba-tiba tutup walaupun masih banyak waktu untuk check in, kabar mengenai bagasi yang tidak ditemukan, hingga penumpang yang ditinggalkan oleh pesawatnya dalam waktu yang belum terlambat.

Tapi pengalaman saya berbeda, bahwa dibalik sekian banyak cerita negatif bagi maskapai ini masih ada sisi positif yang saya alami sendiri dan ingin saya bagikan kepada khalayak ramai. Walaupun ditengah-tengah keindahan tersebut masih terselip bumbu-bumbu yang kadang membuat rasa manis berubah menjadi agak asam sedikit.

Sebagai penumpang yang baru pertama kali menggunakan maskapai berlogo “Singa Merah” ini saya dikejutkan dengan berbagai kisah. Mulai dari pagi hari, dimana terdapat perbedaan jam boarding antara yang tertera di lembar ticket dengan boarding pass, lalu tertulis area ruang tunggu di Gate 1 yang padahal aktualnya dilapangan Gate bukan ditulis dengan angka melainkan huruf (Gate A, Gate B,… ), dan ternyata yang dimaksud adalah Zona 1. But it’s ok and everything is under control. Saya tetap terbang tepat waktu/sesuai jadwal yang tertera di lembar ticket.

Setelah masuk ke dalam pesawat saya amat senang bertemu dengan para awak kapal/pramugari/mbak-mbak cantik yang sangat help full. Luar biasa help full! Barisan pramugari berbaju batik terlihat menunaikan tugasnya dengan prima dan terus menerus membantu penumpang baik dalam hal mencari seat number ataupun memasukkan barang ke dalam kabin.

Namun ada yang agak aneh sedikit, begitu saya duduk di kursi kebesaran saya, terdengar pengumuman yang menyatakan kepada semua penumpang untuk kembali ke kursinya masing-masing dan menggunakan sabuk pengaman. Hmm… kita kan baru pada masuk/baru pada dateng ke dalam pesawat kok udah disuruh “kembali” hehe… belum juga duduk ^^

Ketika kurang lebih 90% penumpang sudah menduduki kursinya masing-masing, tiba-tiba saya melihat ada seorang penumpang perempuan yang merasa tempat duduknya sudah diduduki oleh penumpang yang lain. Nampaknya nomor kursi mereka berdua sama.

Penumpang tersebut lantas menghampiri Mbak Pramugari yang sedang sibuk membantu menaikkan barang bawaan penumpang lainnya ke dalam kabin. Dengan penuh keramahan Mbak Cantik sang Pramugari langsung mengambil keputusan untuk mempersilahkan penumpang yang “nomor kursinya kembar” tersebut ke kursi lain yang diyakininya kosong. Hhmmm… sepertinya Mbak Pramugari sudah tahu kalau ada double seats number hihi...


Selanjutnya kami siap take off. Ketika roda pesawat sudah mulai berputar, berjalan beberapa meter, namun tiba-tiba berhenti sejanak, dan apa yang terjadi?? Secepat kilat “Emirates” melintas di depan mata dengan indahnya dalam ukuran ketinggian yang sudah tidak tinggi. Mengerikan! Sumpah! Hahaha… Mungkin inilah mengapa pesawat yang saya tumpangi harus berhenti sebentar karena ada pesawat lain yang mau lewat dalam garis terbang yang nyaris beririsan. Hohoho…. seruuuu…. hahaha….

Selama di dalam pesawat berulang kali announcement terdengar dan berbagai hal diinformasikan. Namun menurut saya banyak informasi-informasi kembar yang sebenarnya bisa disatukan dan diumumkan kepada seluruh penumpang dalam waktu yang sama. Jadi ndak bulak balik announce gituh lho...

Lalu ditengah penerbangan yang indah, diatas mega, gumpalan awan menjadi pemandangan seadanya yang amat memukau, kembali terdengar pengumuman bahwa maskapai ini menyediakan berbagai barang untuk dijual. Bagi yang ingin membeli bisa menghubungi awak pesawat.

Saya pribadi bingung aja sih, pengen tau maskapai ini jualan apa aja. Cari taunya gimana caranya ya? Katalog di kantong kursi depan saya ngga ada, sebelah kanan saya ngga ada juga, sebelah kanannya lagi juga sama (kebetulan saya duduk di pojok kiri). Lalu saya iseng menunggu kali aja ada awak pesawat yang melewati lorong dan membawa barang dagangan, tapi ngga ada juga tuh… Teruuuss…. saya sebagai penumpang tau dari mana ini penerbangan jualan barang apa aja sesuai yang diumumkan tadi… huhuhu…. saya binguuungg… huahahahha…….

Tidak lama kemudian pesawat landing with no smoothly system hihi… a little bit sih… dan mungkin awak pesawat lupa ya untuk menginformasikan kepada seluruh penumpang apakah di kota ini terdapat perbedaan waktu atau tidak dengan kota asal kami yaitu Jakarta. Nampaknya itu info standar yang mestinya ada ya Saya kan mau muter jarum jam tangan saya untuk menyesuaikan dengan waktu disini. Jamnya butut soale, jadi ndak mampu menyesuaikan waktu secara otomatis hihi….

Setelah mendarat saya bersegera mencari mini resto atau cafeteria atau warung atau apapun yang menjual makanan untuk sarapan. Maklum, di pesawat dalam penerbangan first flight pagi buta dan menempuh waktu 1 jam 40 menit itu kami ndak dapet logistic apapun ^^.

But overall is ok. Secara keseluruhan saya puas dengan penerbangan ini. Mbak Pramugari yang cantik, rapi dan ramah, serta terbang tepat waktu telah memberi kepuasan tersendiri bagi pengalaman pertama saya.

Segala kisah kasih menggelitik tersebut hanya berupa masukan dari saya selaku pengguna dan pengagum sikap para pramugari maskapai ini. Mungkin bila diambil sedikit saja hikmahnya lalu dijadikan improvement bagi yang berkepentingan, maka saya yakin di kemudian hari “Singa Merah” akan terbang dengan lebih indah dan memberikan kesan yang istimewa, mendalam dan memuaskan bagi semua penumpangnya.

Nice to fly with you “Singa Merah”

(dnu, ditulis sambil memandangi hujan yang turun tiba-tiba, 4 April 2015, 14.56 WITA)