Thursday, April 9, 2015

Mungkin Saya Tidak Menarik...



Ini tugas mulia yang datang atas panggilan jiwa. Menjadi relawan pendidikan, menginspirasi anak bangsa di Tete Batu, Lombok Timur, tepatnya di SD 2 Kembang Kuning pada Senin (6/4).

Saat saya mengajar di dalam kelas, sebelum masuk dalam cerita inspirasi saya memang terbiasa untuk mengajak mereka bernyanyi. Lagu apa saja, yang penting bisa mencairkan suasana dan membuat ikatan kaka adik diantara kami semakin dekat.

Kali ini giliran saya masuk di kelas 1. Jumlah siswa yang tidak banyak, hanya kurang lebih 15 orang tapi telah berhasil membuat saya kewalahan. Baru kali ini mendapati kejadian ajaib di dalam kelas. Sebagian siswa telah memperhatikan dan mengikuti ajakan saya untuk bernyanyi....

“Kalau kau senang hati tepuk tangan.... kalau kau senang hati injak bumi.....”

Semua bergembira, dan saya pun telah habis-habisan mencurahkan segenap kemampuan bernyanyi dan atraksi saya yang cuma seadanya. Semua mata tertuju pada saya, mengikuti arahan, perintah dalam lagu dan beraksi sesuai yang saya contohkan.

Tapi tidak dengan yang satu ini....

Namanya Rizki, murid laki-laki super enerjik yang selalu berlari dan berputar kesana kemari mengitari sudut-sudut kelas. Wajahnya yang polos dan menyenangkan terus memberikan godaan kepada saya untuk memperhatikannya.

Saya kejar semampu saya, karena Rizky begitu gesit, lompat dari satu kursi ke kursi lainnya, naik ke atas meja, masuk kolong meja dan berakhir di atas jendela. Luar biasaaaa....!!!

Tanpa butuh waktu lama Rizky beraksi lagi dan mulai memukul-mukul meja. Saya panggil dia “Rizky hebaaatt.... kita nyanyinya tepuk tangan aja ya... ngga usah pukul-pukul meja, nanti mejanya rusaakk......”

Rizky begitu acuh pada saya. Tapi ia terus menggoda.

Ketika saya cuek dan sibuk bernyanyi dengan murid-murid lainnya, Rizky kembali beraksi untuk mencari perhatian saya. Ia mulai mendekati saya, menarik jilbab saya dari belakang, sambil memanggil “kak Dewiiii.... kejar akuuu....”

Hmm... saya terima tawarannya, saya kejar, tapi lagi-lagi Rizky begitu lincah. Secepat kilat ia naik ke atas meja. Saya katakan padanya “Rizky ganteeengg.... ayo turunn....”

Rizky bergeming.....

Saya takut dia jatuh dan kesakitan... ini kelas saya, tidak boleh ada murid yang menangis karena terjatuh atau apapun. Maka saya katakan pada murid hebat ini “Rizky ayo turun.... kakak gendong ya...?”

Secepat kilat ia menajwab “Iyaaa.... gendooongg.....” Jadilah saya menggendongnya untuk turun dari atas meja dan mengajaknya duduk dipangkuan saya sepanjang mengisi kelas 1 ini.

Di waktu-waktu lainnya, saat jam istirahat, saat pergantian kelas dan saat penutupan acara Rizky kerap menghampiri saya sambil tertawa dan berkata, “Kakak, gendong lagi......”

Mungkin bagi Rizky saya tidak menarik menjadi seorang guru, namun lebih cocok menjadi Ibunya.
Zzzzzzzzzzzzzzzzz........... Nice experience Rizky darling.... Will miss you so dear...

(dnu, ditulis sambil senyam senyum pengen nangis inget Rizky huhu..., 9 April 2015, 14.12 WIB)