Friday, April 24, 2015

Pidato Kartini ala Minang

Ada seorang teman yang minta bantuan untuk dibuatkan naskah pidato untuk lomba Peringatan Hari Kartini.

Specnya cukup singkat yaitu pidato bertema RA Kartini, akan dibawakan oleh anaknya, laki-laki, kelas 1 SD dan menggunakan campuran bahasa Minang!

Onde mande.... secara saya seorang Betawi yang keturunan Jawa namun memang pecinta Padang sejati sempat agak galau namun tertantang hahahaa...

Jadilah pidato macam ini berselancar dijari-jari manis saya dan Alhamdulillah juara :p

Maap kalo isinya rada aneh qiqiqiqi....

(dnu, pidato ini ditulis sambil ketawa-ketawa tak terarah karena memikirkan kenyataan mengapa saya tak terlahir sebagai urang awak haha...., 15 April 2015, 20.08 WIB)

*****
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Salamaik Pagi Bapak dan Ibu Guru serta kawan-kawan yang ambo cinto...

Kito mulai yo!

Cie, duo, tigo...!

Untuak semua Bundo yang ado Di Indonesia...

Hari iko tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini.
Kartini tu pejuang wanita yang dilahirkan di Kota Jepara, Jawa Tengah.

Perjuangan Ibu Kito Kartini indak hanyo untuak perempuan yang ado di pulau Jawa sajo, tetapi untuk semua perempuan yang ado di Indonesia.

Ibu Kartini berpesan agar kito saling menghormati dan menyayangi kepada semua perempuan, seperti Bundo, Ibu Guru dan semua kawan-kawan perempuan.

Perempuan dan laki-laki samo sajo. Kito harus saling menghormati.

Onde mande...

Ingat, kito semua samo!

Ibu Kartini juga berjuang untuk kemajuan pendidikan perempuan. Agar perempuan Indonesia bisa maju samo dengan laki-laki.

Semoga Semangat Ibu Kito Kartini bisa terwujud salamanyo dan semoga sehabis gelap maka terbitlah terang, seperti buku yang ditulis oleh Ibu Kito Kartini.

Semangat Ibu Kartini indak akan parnah padam.

Tarimo kasiah,

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...