Sunday, April 12, 2015

Serunya Menjadi Koki Sehari



Idenya datang mendadak, tanpa persiapan panjang dan tanpa pertapaan yang membutuhkan waktu lama. Seketika saja saat melihat pengumuman bahwa saya diterima menjadi salah satu relawan pendidikan dalam Kelas Inspirasi Lombok Timur, entah ada angin apa tiba-tiba saja ingin berbagi dengan mengusung profesi Koki.

Agak erat kaitannya sih dengan kegiatan saya selain menjadi karyawati di sebuah perusahaan swasta, saya juga merupakan seorang cake seller atau tukang kue hihi…. Namun biasanya jika menjadi relawan seperti ini saya mengusung kegiatan saya yang lainnya lagi yakni penulis wanna be haha…

Dibantu oleh sapuan angin sepoi-sepoi di sebuah pinggir jalan sewaktu pulang kantor sore itu, maka mantaplah saya untuk berangkat ke Lombok dan mengispirasi disana dengan menjadi seorang Koki. Hohoho…

Dengan berbekal membawa lilin mainan/play dough, buku kreasi cake & cupcake, serta kostum koki saya berangkat dengan rasa bahagia tak terkira dari Jakarta menuju Lombok Timur, tepatnya ke SD 2 Kembang Kuning, Tete Batu (4-6/4).

Setengah hari menghabiskan waktu bersama anak-anak sekolah ini sungguh menjadi  pengalaman yang membawa warna tersendiri. Bersiap mengenakan celemek dan topi koki, yup! saya siap menjadi Koki sehari bagi mereka di sekolah ini.

Mengapa menjadi Koki?

Saya hanya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa dibalik cita-cita yang indah seperti guru, dokter, polisi dan pilot, ada juga lho profesi seseorang yang pandai memasak yang dikenal dengan sebutan Juru Masak atau Koki.

Berangkat dari kebiasaan sederhana di rumah yang senang membantu ibu memasak, mulai dari mencuci sayuran, memotong-motong bahan masakan, menggorengnya hingga menyajikan masakan yang lezat di meja makan. Dari urutan kebiasaan ini bukan tidak mungkin jika ditekuni maka di kemudian hari anak-anak Tete Batu bisa menjadi seorang Juru Masak handal, kenamaan dan diakui dunia.

Bekerja disebuah restoran besar, hotel megah ataupun pemilik rumah makan istimewa menjadi mimpi-mimpi besar yang saya bagikan kepada mereka.

Seorang anak yang rajin membantu orang tua di rumah, rajin membantu ibu di dapur, rajin membantu ayah di ladang, bukan tidak mungkin atas kerja keras, usaha dan juga doa maka suatu hari nanti akan menuai keberhasilan yang menakjubkan.

Dengan selalu mengingat ilmu tabur tuai, saya tanamkan dalam benak mereka, bahwa dengan apa yang kita perbuat saat ini maka kita jualah yang akan menuainya di masa yang akan datang.

Berlomba membuat kreasi kue tercantik dari lilin mainan menjadi kompetisi sederhana yang terjadi di dalam kelas. Dengan mengusung berbagai judul kreasi kue, anak-anak SD 2 Kembang Kuning, Tete Batu, Lombok Timur mulai merajut mimpi agar menjadi nyata di depan mata.

Menjadi Koki? Semoga mulai saat ini bukan hanya sekedar mimpi ^^

(dnu, ditulis sambil kecapean abis mandiin anak-anak dan sekarang udah pada cantik & ganteng, 12 April 2015, 15.45 WIB)