Friday, April 10, 2015

Upacara Bendera Di SD Lombok Timur, Ini Indonesia Kita!



Senin (6/4) saya terus mendapatkan kejutan demi kejutan yang tiada hentinya, dan manis getirnya terus terasa hingga kini. Pagi itu saya dan tim relawan tiba di Sekolah Dasar (SD) 2 Kembang Kuning, Tete Batu, Lombok  Timur. Entah sudah berapa tahun lamanya saya tidak merasakan khidmatnya mengikuti upacara penaikan bendera Merah Putih. Ya, hari ini segala bentuk ucap syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan YME karena saya amat berbahagia bisa merasakannya kembali, upacara di Senin pagi.

Dengan berdiri dibarisan paling belakang, saya mulai menghangatkan tubuh lahir dan batin dalam upacara ini. Menyanyikan lagu kebangsaan Berkibarlah Benderaku bersama para tunas bangsa, prosesi penghormatan kepada Pembina upacara, sungguh telah mampu membalikkan seluruh kenangan masa lalu saat saya masih sekolah dulu. Rasanya sudah lama sekali ujung jari tengah tangan kanan ini tak menyentuh pelipis mata kanan, sambil merasakan getaran cinta terhadap tanah air ini.

Ini Indonesia saya. Ini negeri saya. Perkembangan pendidikan seluruh tunas bangsa adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya Bapak/Ibu Guru yang bertugas di sekolah saja. Itulah mengapa saya ada di SD 2 Kembang Kuning, Tete Batu, Lombok Timur, hari itu.

Bendera merah putih telah sampai di ujung tiang. Kibarannya mengisyaratkan agar seluruh putra bangsa tetap bersemangat dalam meraih cita-cita. Ketegasan sang pemimpin upacara yang merupakan siswa kelas 6, menggambarkan bahwa sesungguhnya Indonesia ini memiliki calon pemimpin yang tegas, bersuara lantang dan siap mengusung kejayaan bangsa di eranya.

Suara lantang sang pemimpin upacara “kepada bendera merah putih, hormat graaakkk….”, seolah mengajak saya dan peserta upacara lainnya untuk tetap menghormati dan menjunjung tinggi bendera Negara kita, sampai kapanpun.

Gemuruh kencang nan semangat dari paduan suara “… siapa berani menurunkan engkau serentak rakyatmu membela…. sang merah putih yang perwira, berkibarlah s’lama-lamanya…”, seolah mengajak kita untuk siap sedia membela keharmonisan bangsa ini, dan berharap agar bendera merah putih dapat tetap berkibar selama-lamanya.

Siapa yang mengajak kita? Anak-anak Sekolah Dasar, dipelosok daerah, letak sekolahan yang berada di kaki gunung, cara mencapainya pun dibutuhkan usaha yang luar biasa. Mereka tetap semangat membangun Indonesia dan seluruh isinya, siap menjadi pembela Indonesia sampai kapanpun.

Bagaimana mereka bisa melaksanakan niat baiknya itu dan menjaga kobaran semangat serta daya juang yang hebat? Salah satunya dengan berbagi pengalaman dan pembelajaran tentang bagaimana cara meraih impian, dan hal-hal apa saja yang harus mereka lakukan agar dapat terus maju dan membangun Indonesia pada umumnya, serta Lombok Timur khususnya.

Upacara selesai. Rasa khidmat terus merasuk kedalam seluruh hati dan jiwa. Disinilah saya benar-benar merasa bangga karena dapat melihat dan berbaur bersama para calon pemimpin bangsa yang sesungguhnya.

Dan diantara keceriaan mereka, terselip ketulusan yang tak banyak dimiliki usia dewasa lainnya. Anak-anak yang sederhana namun tetap bersahaja.

(dnu, ditulis sambil makan kacang goreng berkulit asin, 8 April 2015, 14.38 WIB)