Friday, May 22, 2015

Satu Sisi yang Terlupa dari Angel Pieters



Kemenangan penyanyi cantik Angel Pieters dalam ajang Indonesia Movie Awards 2015, dalam kategori SoundTarck Film Terfavorit rupanya menuai kontroversi. Dianggap bukan sebagai salah satu nominator dalam ajang ini Angel Pieters diklaim beberapa musisi kenamaan tidak berhak atas kemenangan tersebut.

Remaja cantik selaku jebolan kontes pencarian bakat Idola Cilik ini lantas menggelar konferensi pers untuk membeberkan semua hal dari sisinya. Salah satunya ialah ia mengaku bahwa dirinya resmi sebagai salah satu nominator ajang awarding tersebut yang dibuktikan pada pemberitahuan dari panitia acara pada April 2015 lalu. Serta diinformasikan juga bahwa SoundTrack film yang dibawakannya meraih sms tertinggi dibandinkan dengan yang lainnya.

Awalnya nominator untuk SoundTrack terfavorit hanya 5 yaitu Anggun C. Sasmi, Pongky Barata, Glenn Fredly, Mahadewa dan Saint Loco. Namun mendekati hari pengumuman seperti yang diberitakan diberbagai situs berita online, sekitar 6 hari, muncul nominator baru yaitu Angel Pieters. Tapi 2 hari menjelang pengumuman, nominasi tambahan tersebut dihapus oleh official account RCTI dari sebuah poster publikasi yang ada jejaring sosial twitter. Nah begitu hari H saat pengumuman ternyata yang menang adalah nominasi tambahan yang namanya sudah dihapus tersebut, dan seketika kontroversi muncul dari berbagai kalangan masyarakat.

Menurut saya ada satu point penting yang terlupa disini, yaitu mungkin Angel lupa bahwa orang-orang yang menonton acara tersebut benar-benar tidak melihat ada Angel atau lagu yang dibawakannya dalam deretan nominasi. Hal ini menjadi satu-satunya pegangan masyarakat yang tentu akan serta merta menyatakan bahwa kemenangan Angel adalah tidak layak.

Sekalipun Angel telah melakukan jumpa pers untuk mengklarifikasi semuanya tetap saja ada satu hal yang harus diingat, yakni bagaimana dengan pandangan masyarakat? Apakah mereka melihat ada Angel sebagai nominator? Kan tidak. Dan hal ini agak sulit diklarifikasi melalui apapun pembuktiannya.

Memang sih sebenarnya Angel punya hak jawab dan hak menjelaskan, namun mengingat kontroversi massif yang sudah sukses menyebar maka agak sulit untuk membuat masyarakat bertolak ke pendapat yang sebaliknya. Sekali lagi yang sudah menjadi kebiasaan dan berkembang di masyarakat adalah apa yang kita lihat maka itulah yang sebenarnya.

Perlu effort luar biasa untuk mengembalikan pandangan masyarakat sesuai dengan apa yang kita jelaskan tanpa pembuktian yang nyata. Dalam hal ini pembuktian dari Angel berupa telepon dari pihak penyelenggara yang menyatakan ia masuk sebagai nominator dan meraih polling sms terbanyak, dengan apa bisa dibuktikannya? Rekaman suara? Bisa saja. Tapi yang terpublikasi apa? Mendadak ada Angel ditengah-tengah nominator yang sudah ada. Mendadak Angel hilang dari deretan nominasi, lalu mendadak pula Angel didaulat sebagai juara. Agak aneh sih memang, dan ini menjadi PR serta pelajaran besar bagi Angel untuk bersikap yang tepat agar tak kembali membuat keruh suara masyarakat.

Hal penting lainnya, semestinya ada juga yang melakukan klarifikasi atas acara yang telah berlangsung beserta semua kontroversi yang terjadi selepasanya, dalam hal ini pihak RCTI selaku stasiun televisi yang menayangkan perhelatan bergengsi tersebut. Bukan Cuma Angel seorang.

Dibalik itu semua, disini saya melihat Angel sebagai korban semata, yakni korban panitia penyelenggara yang kurang baik mempersiapkan semuanya.

Keep cool and charming Neng Angel ^^

#angelpieters #kontroversiIMA #indonesiamovieawards2015 #dewinurbaiti #etalasedewi #tulisandnu

(dnu, ditulis sambil makan gado-gado dan minum nutrisari rasa jambu yang lucu, 23 Mei 2015, 11.41 WIB)