Monday, June 29, 2015

Selamat Ulang Tahun Pak Ahok! Dikatakan atau Tidak, itu Tetap Cinta…



Waw! Dalam satu bulan Juni ini ada 3 moment Ulang Tahun yang membahagiakan, yaitu ulang tahun (ultah) Presiden RI Joko Widodo yang jatuh pada 21 Juni, ultah DKI Jakarta pada 22 Juni dan ultah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang jatuh pada pada 29 Juni.

Memasuki usianya yang ke 46 tahun ini semoga Pak Ahok bisa lebih bijak lagi dalam memimpin Ibu Kota Negara Indonesia, yakni DKI Jakarta tercinta.

Ahok yang saat ini menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta, dalam beberapa kebijakannya memang menuai kontroversi. Hal ini menyebabkan Ahok banyak diperbincangkan sana sini terkait dengan kebijakannya yang bagi sebagian orang dianggap aneh nan tega.

Tapi coba perhatikan sekali lagi, dalam kegiatan Ahok yang berkeliling Jakarta dengan maksud inspeksi langsung ke lapangan, di dunia nyata tersebut Ahok masih amat digandrungi penduduk DKI Jakarta.

Terlalu banyak warga mulai dari muda mudi hingga lanjut usia yang rela berdesak-desakan demi bisa berfoto dan berjabat tangan dengan Ahok. Bukankah ini bukti nyata bahwa Ahok dengan segala kebijakannya masih tetap dicinta?

Disadari atau tidak, dikatakan atau tidak, dan diakui atau tidak, tetap saja itu namanya cinta. Mengagumi Ahok, menyukai Ahok dan sebenarnya telah merasakan sedikit demi sedikit buah manis dari kebijakan kontroversinya Ahok.

Para pembaca sekalian jangan pernah abaikan pendapat “semakin dibicarakan maka sesuatu akan saemakin terkenal”. Demikian halnya dengan Ahok yang semakin diperbincangkan sana sini maka hasilnya Ahok justru semakin dikenal seluruh warga Jakarta, bahkan Indonesia. Semakin Ahok dicekal maka Ahok akan semakin terkenal. Setuju? ^^

Perangai Ahok yang tegas luar biasa memang kadang membuat sebagian warga bersikap defensive. Namun alangkah baiknya jika ditelaah benar-benar tentang kebijakan-kebijakan yang katanya kontroversi, apakah sedemikian benar salahnya? Bisa jadi, ada maksud baik yang tak terlihat akibat dari tertutupnya semua pintu kekaguman pada Ahok.

Bagi sebagaian orang lainnya, termasuk saya, meyakini bahwa pemikiran Ahok sesungguhnya adalah amat rasional, hanya saja cara penyampaiannya yang terkadang tidak halus atau bahkan terkesan menghentak warga. So, jadilah banyak warga yang defensive :)

Baiklah, apapun dan bagaimanapun, melalui tulisan ini saya hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, semoga segala permasalahan di Jakarta cepat beres, Pak Ahok semakin tegas dan tetap semangat!

(dnu, pernah menulis sambil bersiap diserang kubu lawannya Ahok? Saya pernah! Ahahahaha….., 29 Juni 2015, 12.13 WIB)


Sunday, June 28, 2015

Tentang Baiknya Alam Semesta

Dan lihat bagaimana baiknya alam semesta yang telah memenuhi semua kebutuhanmu walau kadang tak terlihat usaha nyatamu.
Namun kadang masih saja kau meracau saat ada satu keinginanmu yang tak terpenuhi.

Happy ifthar ^^

(dnu, ngabuburit sambil nahan laper akakakak...., 28 Juni 2015, 17.55 WIB)




Saturday, June 27, 2015

Proses Paling Penting setelah Miliki Sederet Gelar Akademik



Adalah Wellin Kusuma seorang pemuda kelahiran tahun 1981 berasal dari Makassar, yang telah berhasil meraih 27 gelar akademik dalam hidupnya. Berangkat dari hobinya belajar yang tiada henti, serta keinginan untuk mempunyai sebuah lembaga konsultan yang menguasai berbagai bidang, maka Wellin nekat melaksanakan kuliah yang berbeda jurusan dalam waktu yang sama.

Hal yang terjadi pada Wellin Kusuma ini bukan sebuah hasil dari praktik jual beli gelar seperti yang pernah kita dengar. Karena dengan jelas dan gamblang kita dapat melihat urutan waktu dan dimana saja Wellin menuntut ilmu.

Satu hal penting yang ingin saya angkat disini ialah, apa proses selanjutnya setelah kita berhasil memiliki gelar yang berderet bak kereta api dibelakang nama kita? Setelah melalui proses belajar yang amat panjang, pelik, rumit nan njelimet, maka akhir dari semua ini hanyalah sebuah kewajiban untuk “manfaatkan semua ilmu yang telah dimiliki dengan maksimal”.

Rasanya sedikit percuma ya jika dalam menuntut ilmu kita begitu semangat sehingga berbagai gelar berhasil diraih, namun setelah proses belajar selesai maka selesai pula semuanya. Entah karena sudah kehabisan tenaga, kelelahan daya fikir atau kehilangan selera untuk mengaplikasikan kemampuan.

Tahapan pengaplikasian atau penerapan ilmu dalam dunia kerja nyata menjadi bagian penting dalam proses pencapaian mimpi dan cita-cita. Melalui sederet gelar akademik yang seseorang miliki, seyogyanya juga mampu membentuk kepribadian orang tersebut untuk menjadi lebih baik. Sehingga akan tercermin benar antara gelar yang ada dibelakang namanya dengan kepribadian yang ada didalam dirinya.

Bukankah orang yang gemar belajar adalah orang yang gemar memperbaiki diri?

So, setelah semua urusan menempuh pendidikan usai dilaksanakan, maka tahap selanjutnya adalah memaksimalkan pemanfaatan ilmu tersebut agar segala yang pernah kita keluarkan demi menguasai suatu bidang ilmu bisa terbayar lunas dengan pemanfaatannya saat ini.

Berikut adalah institusi tempat Wellin meraih gelar akademik :
(sumber; detik.com)

A.      Program Sarjana
1. Jurusan Teknik Industri Universitas Surabaya (Ubaya) tahun 1999-2004
2. Jurusan Manajemen di STIEUS tahun 2001-2008
3. Administrasi Bisnis di Universitas Terbuka tahun 2002-2005
4. Jurusan Hukum di Universitas Airlangga tahun 2002-2008
5. Teknik Informatika di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) tahun 2002-2012
6. Jurusan Sastra Inggris di Petra Christian University tahun 2003-2008
7. Administrasi Publik di Universitas Terbuka tahun 2005-2007
8. Jurusan Statistik di Universitas Terbuka tahun 2007-2011
9. Jurusan Akuntansi di Universitas Terbuka tahun 2012-2013
10. Jurusan Komunikasi di Universitas Terbuka tahun 2013-2015

 B.      Program Magister
1. Teknik Industri di ITS tahun 2004-2006
2. Jurusan Ilmu Manajemen di Unair tahun 2006-2011
3. Jurusan Kenotariatan di Unair tahun 2008-2010

C.      Pendidikan Profesional
1. Registered Financial Planner di MM Unair & IFPI periode Mei 2005 - Oktober 2006
2. Certified Professional in Brand Development di Marketing Petra Christian University & Brand Knowledge Center periode Mei 2006 - Juni 2006
3. Certified Professional in Product Management di Marketing Petra Christian University & Brand Knowledge Center periode periode Agustus 2006 - Desember 2006
4. Certified Financial Planner di Financial Planning Standards Board periode Juni 2007 - September 2007
5. Certified Wealth Manager (Modul 1) di MM UGM & CWMA periode November 2007 - Desember 2007
6. Bersertifikat Konsultan Pajak (Brever B) Indonesian Tax Consultant Association periode Agustus 2008 - Juni 2013
7. Qualified Wealth Planner di IAFP Global periode Maret 2011 - Maret 2011
8. Certified Professional Human Resources di Quantum Quality International periode Juni 2012
9. Indonesia Certified Professional Marketer di Universitas Surabaya & IMA periode Februari 2012 - September 2012
10. Associate Estate Planning Practitioner di Estate Planning Practitioners Limited periode April 2013
11. Certified Behavioral Analyst di Quantum Quality International periode Juli 2013
12. Certified Management Accountant di The Institute of Certified Management Accountants (ICMA) Australia periode Juni 2014
13. Certified Professional Management Accountant di Institute of Management Accountants Indonesia (IAMI) periode Mei 2015
14. Certified International Business Analyst di Academy of Finance and Management Australia (AFMA) periode Juni 2015

Ingin menjadi Wellin-Wellin berikutnya? Yuk semangat!!!

(dnu, pernah menulis sambil geleng-geleng kepala ngelihatin gelarnya Wellin? Saya pernah!, 28 Juni 2015, 08.45 WIB)

Friday, June 26, 2015

Tak Cuma Parasnya yang Indah, Tapi Juga Cantik Hatinya (Ajakan untuk menjadi wanita yang cantik sesuai syariat, baik dan pintar)



Tulisan ini self reminder sih sebenarnya, tapi saya ingin menyebarkan virus reminder ini kepada semua makhluk cantik, yakni seluruh wanita dimanapun berada, ciptaan Allah SWT.

Perempuan berwajah cantik itu banyak, bertubuh langsing indah nan mempesona juga banyak. Rambut hitam panjang tergerai indah apalagi saat tersapu angin sepoi-sepoi yang semakin membuat wanita tampak istimewa juga banyak. Kulit putih bersih mulus, kaki panjang berjenjang, alis membentuk bulan sabit nan rupawan juga banyak.

Tapi, bagaimana dengan hatinya?

Belum tentu hatinya seindah parasnya.

Rasanya memanng tidak mungkin untuk menjadi seseorang yang sempurna lahir dan bathin, tapi tidak ada salahnya toh jika kita berusaha menuju kesana??

Bagi seorang muslimah, sudah jelas akan semakin cantik jika semua keelokan tubuhnya itu ditutup dengan gerai baju panjang dan hijab yang menjulur manis dari kepala hingga menutupi dadanya. Adalah bukan hal yang mudah memang untuk menjadi sosok perempuan yang sempurna, namun perwujudan diri untuk menjadi kecintaan Allah SWT bisa diambil dari peran seperti ini.

Menjadi wanita yang cantik lahir bathin memang sulit.
Telah mampu membuat parasnya nampak cantik sana sini, tapi masih lupa dengan kegemarannya bergunjing.
Telah mampu menjadi wanita yang anggun dengan sedikitnya tutur kata yang diucapkannya, tapi masih lupa dengan penyakit hatinya yang masih suka sirik dengan orang lain.
Telah mampu menjadi wanita yang senantiasa menundukkan pandangan saat berjalan, tapi masih lupa dengan kebiasaannya menghasut orang lain.
Dan telah mampu menutup indah tubuhnya, tapi masih lupa dengan kewajibannya untuk berbagi rezeki dan pelit ilmu.

Menjadi wanita yang hanya mampu maju mundur cantik saja tidak cukup, tapi dibutuhkan penyempurna dari dalam diri. Misalnya memiliki hati yang bersih, memiliki perasaan yang tulus saat memberi alias tak kenal pamrih, tak mudah sakit hati, selalu mampu untuk berbesar hati, senang berbagi dan masih banyak lagi yang saya pun tak mampu mempretelinya satu persatu disini.

Kemampuan berfikir juga menjadi salah satu acuan lengkapnya keindahan dari seorang wanita. Coba banyangkan, ada seorang wanita yang cantik parasanya, bersih hatinya, lalu pintar otaknya. Indah bukan?

Mungkin ngga? Mungkin aja!

Kecerdasan otak juga perlu untuk terus diasah sampai kapanpun. Sebagai muslimah yang hidup di era kekinian sesungguhnya ia telah berada satu langkah didepan, yakni dengan telah mampunya ia menutupi tubuhnya secara bertahap dengan baik. Selanjutnya tinggal menata hati agar senantiasa memiliki rasa yang baik, dilanjutkan dengan membina kecerdasan otak secara terus menerus. Agar apa? Ngga ketinggalan zaman dan tetap update terhadap semua wawasan dan pengetahuan.

Jika ada seorang wanita yang demikian luarbiasanya yakni berparas cantik, berhati baik, dan memiliki otak yang cerdas, sungguh seakan-akan ia adalah sesuatu yang jatuh dari syurga. Ya, bidadari.

Cantik sesuai syariat, baik, pintar.
Mau ngga jadi seperti itu? Mau banget kan?
Yuk bareng-bareng kita mulai membenahi diri untuk menjadi wanita yang berparas cantik sesuai syariat, berkepribadian baik dan memiliki intelegensi yang berada diatas garis rata-rata.

Setiap akan tidur malam sempatkanlah berfikir tentang deretan perbuatan baik apa yang akan kita lakukan esok hari. Begitu seterusnya. Dengan demikian setiap hari kita akan bermetamorfosa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi.

(dnu, pernah menulis sambil ngeplak kepala sendiri? Saya pernah! hihihi…., 27 Juni 2015, 09.11 WIB)




Jika Kamu Jatuh Cinta

Jatuh cinta adalah jalan terbaik untuk bunuh diri, dan jatuh hati adalah gerbang terindah untuk merasakan sakit hati.

Jelas benar tak ada kisah cinta macam apapun yang bisa terhindar dari air mata.
Dan luka yang hadir ditengah gumulan cinta terasa amat sulit untuk disembuhkan dengan berbagai cara.

Sekuat tenaga kamu menutup luka dan rasa sakit, sekuat itu pula semuanya akan semakin menganga.

Sekuat tenaga kamu menyembuhkan luka, sekuat itu pula luka akan tetap terasa.

Karena luka selalu punya caranya sendiri untuk muncul kembali.

Hati-hati.
Jangan pernah bermain hati.
Karena hingga kini belum pernah ditemukan ada yang menjual anti gores untuk hati.

Bagaimana jika hatimu tergores karena cinta?
Kembali lagi ke awal rangkaian kata ini.

(dnu, pernah menulis sambil merasakan sakit hati? Saya pernah! Haha..., 25 Juni 2015, 14.48 WIB)

Wednesday, June 24, 2015

Paramedis kok Hina Pasien BPJS Kesehatan? Kerja kan Ibadah…



Nyok rame-rame kite ambil pelajaran dari kejadian ini!!! Tentang yang lagi ngehits bangeeett… dimana ada seorang paramedis/petugas kesehatan entah Rumah Sakit atau Puskesmas yang mengumpat di akun media sosial miliknya dengan kalimat berikut :

“Lama2 disini gw bisa hipertensi ngadepin pasien bpjs,,, bayar gak seberapa tapi mau pelayanan eksekutif dan ngomel2,,, naek kereta aja kalau mau yg eksekutif”

Guys….dia mengumpat atas nama profesinya yang sejatinya adalah pengabdian!!! Petugas kesehatan adalah pelayan masyarakat. Hubungannya dengan kesehatan seseorang atau bahkan nyawa seseorang. Apakah bisa umpatan yang seperti ini dikatakan manusiawi??!!!

Apakah dia lelah sehingga akhirnya mengumpat di media sosial? Tetap saja tidak dapat dibenarkan!

Apapun profesi kita saat ini, bukankah dalam menjalankan semua itu telah atas keputusan diri sendiri? Kita yang memutuskan untuk menjadi apa. Kita yang memilih untuk bekerja sebagai apa dan dimana. Setelah demikian adanya, menurut saya semuanya adalah pengabdian!!!!! Kepada siapapun!

Pengabdian kepada perusahaa, kepada Negara, kepada Agama, kepada masyarakat hingga mungkin pengabdian kepada alam semesta!

Ngga pantes mengeluh tentang apa yang sudah kita pilih!

Jika ada yang dirasa tidak cocok untuk menjalani profesi saat ini, mudah saja, berhenti saja dari pekerjaan itu, cari yang baru, ganti profesi yang disenangi, disukai, sesuai passion dan sesuai kata hati. Sehingga pada saat menjalaninya setiap hari selalu penuh dengan suka cita dan tak ada lagi umpatan dimana-mana.

Jika dikaitkan dengan sang pengumpat diatas, ia adalah seorang paramedis/petugas kesehatan yang sehari-hari kewajibannya adalah menolong orang yang sakit. Sekarang mau bicara BPJS Kesehatan? Yang katanya diperuntukkan bagi orang yang kurang mampu karena terlihat dari iuran bulannya yang amat terjangkau? Tetap tidak bisa dibeda-bedakan dengan pasien lainnya. Semuanya sama! Sama-sama manusia yang butuh pertolongan!

Undang-undangnya jelas lho bahwa BPJS Kesehatan adalah program pemerintah Indonesia yang ditujukan bagi seluruh Warga Negara Indonesia, cakupan semesta! Bukan untuk warga miskin, berkekurangan atau berkesusahan! jadi jangan lagi dilihat bahwa BPJS adalah untuk orang susah!

Sekalipun Anda sebagai petugas kesehatan dan mendapati pasien BPJS yang terlihat tak mempunyai banyak uang, tetap saja profesionalitas Anda dituntut disana! Layani semua dengan senyuman dan kualitas yang maksimal. Jangan ada perbedaan!

Bukan tidak mungkin lho pasien tersebut hanya menuntut senyum manis Anda selaku petugas kesehatan yang ia temui. Bukankah senyuman sang perawat/dokter/atau pelayan kesehatan yang diberikan dengan tulus kepada pasien dapat membuat psikis pasien menjadi lebih baik??? Psikis pasien yang baik tentu akan meningkatkan motivasi sang pasien untuk cepat sembuh dan cepat sehat!

Kalau pasiennya senang, gembira dan nggak putus asa, maka hal inipun akan memudahkan tugas Anda sebagai pelayan kesehatan, minimal pasien itu mau nurut dengan apa yang Anda sarankan demi kesembuhannya.

Lalu bagaimana jika pelayan kesehatannya malah mengumpat?? Tentu ngga akan ada dong senyuman manis yang dipersembahkan untuk para pasien?? Pasien juga males dong berobat ke Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik tersebut. Karena apa? Petugasnya tidak ramah!

Dengan mengumpat seperti tersebut diatas, menurut saya, berarti Anda tengah mendiskreditkan seorang peserta BPJS Kesehatan. Menganggapnya tak punya cukup uang untuk berobat sehingga menggunakan layanan BPJS Kesehatan, lalu seterusnya dianggap tak layak mendapatkan pelayanan yang maksimal!

Semua pasien hendaknya diberikan pelayanan yang terbaik. Tidak ada cibiran atau apapun, apalagi terkait proses pengobatan yang ditempuhnya. Bagaimana jika Anda menangani pasien umum, tampak seperti orang kaya, banyak uang, datang dengan mobil mewah, apakah akan Anda layani dengan standar yang lebih tinggi? Seharusnya tidak demikian.

Semua orang yang datang ke sebuah pusat layanan kesehatan adalah orang yang sedang sakit dan butuh pertolongan, bukan orang miskin atau orang kaya, atau pasien umum, asuransi atau pasien BPJS Kesehatan.

Saya sih tidak ingin menyalahkan juga mengapa ia mengumpat di media sosial yang di zaman sekarang ini apapun mudah ditangkap melalui jaringan dunia maya ini. Mungkin ada yang bisa membenarkan jika ingin mengeluh maka lakukanlah di dalam hati saja, sehingga tak seorang pun yang tau. Tapi tetap saja, bagi saya bekerja itu ibadah, dan lakukanlah semuanya dengan penuh keikhlasan.

Akhir kata saya hanya ingin sampaikan, bekerjalah dengan cinta maka cinta akan terus mengikutimu dimanapun berada.

(dnu, pernah menulis sambil nahan murka?? Saya pernah!, 24 Juni 2015, 12.59 WIB)