Monday, June 1, 2015

Hujan yang Kembali Mengingatkan...

Kadang hujan menjadi korban bisu yang tak bisa mengelak jika manusia sudah mulai menyalahkan kehadirannya. Tentang mengapa turun tiba-tiba, hadir terlalu lama, datang saat waktunya bersenang-senang, hingga disalahkan karena derasnya air yang turun dari langit telah berhasil membuka sebuah kenangan.

Di luar sana banyak terlihat sampul-sampul novel yang mengisahkan tentang eratnya kaitan antara sang hujan dengan sebentuk cinta. Apakah dua hal ini memiliki ikatan yang sangat erat? Bisa jadi. Karena banyak muda mudi berkeluh kesah ketika hujan turun maka semua kenangan di masa lalu juga ikut mengiringi.

Mungkin banyak kejadian-kejadian yang amat berkesan bertepatan dengan turunnya jutaan tetes air. Yang umum terlihat biasanya kejadian yang menyedihkan, perpisahan dengan seseorang misalnya.

Fenomena alam memang kadang memiliki magnet yang kuat untuk memutarbalikkan memori seseorang. Memandang hujan dari jendela kamar mungkin bisa menjadi hal yang amat menyakitkan karena teringat pada kejadian yang menyedihkan untuk dikenang. Tapi apalah daya, semuanya berputar balik tanpa ada yang bisa mencegahnya.

Begitu eratnya hubungan antara hujan dan kenangan nampaknya memang sudah terbukti benar. Terlihat dari banyaknya kisah kasih seseorang yang dibukukan atau hanya sekedar dikumpulkan dengan judul rangkaian tentang kita dan hujan.

"Pernah ada kamu bersama derasnya jutaan bulir bening itu" menjadi satu kalimat yang mungkin bisa mewakilkan tentang hujan yang sendu. Betapa air-air itu telah hebat membawa semua cerita yang sudah tidak ada di depan mata.

Realita kadang menjadi hal yang sulit untuk diterima ketika hujan dengan intensitas sendu mulai merayu. Mungkin akan melahirkan isak tangis yang tak terbendung kala sedu sedan sang hujan hadir di sore hari, membasahi pepohonan, langit mulai jingga, hujan masih ada walau tak seberapa, tapi kisah yang teringat sudah tak ada disana. Terbayanglah bagaimana murung kasih itu.

Karena hujan, memori semua terputarbalikkan tanpa ada yang bisa mencegahnya.
Karena hujan, cerita-cerita indah yang sudah tertutup rapi terbuka kembali.
Karena hujan, kisah kasih yang tak berujung terus menganga dengan ambangan air mata.

Tapi hujan adalah anugerah dari Sang Pencipta. Hadirnya tentu membawa pesan bahagia untuk seluruh penghuni alam semesta. Butiran bening tanpa dosa, intensitas ringan, sedang atau tinggi tentu mempunyai nyanyiannya sendiri-sendiri.

Hujan datang membawa pilihan, mau terus bersedih dan terkenang diawang-awang, atau memilih bahagia bersama hujan dengan segala rayuannya.

Namun dibalik itu semua, mungkin saja benar, apalah arti melupakan jika hujan kembali mengingatkan.

(dnu, ditulis sambil selonjoran menikmati indahnya menyambut Selasa rasa Minggu, 1 Juni 2015, 20.43 WIB)

#NulisRandom2015 #dewinurbaiti #ceritatentanghujan