Monday, June 22, 2015

Jokowi Ulang Tahun, Didoakan Cepat Dipanggil Tuhan YME



Minggu (21/6) Presiden Republik Indonesia ke 7 Joko Widodo merayakan hari ulang tahunnya yang ke 54. Namun ditengah kebahagiaan Pak Presiden beserta keluarganya, ada seorang netizen alias netter alias orang yang nampaknya juga tinggal di Indonesia memanjatkan doa tak layak bagi Presidennya, melalui akun twitter miliknya yang lengkap dengan mention akun twitter resmi Pak Jokowi.

Melalui artikel ini saya tidak ingin mengomentari lebih dalam tentang mengapa ia mendoakan Pak Jokowi sedemikian buruknya. Melainkan hanya ingin mengingatkan diri saya, orang terdekat saya, sahabat-sahabat saya, dan siapa saja yang membaca artikel ini bahwa jika ingin berdoa atau meminta kepada Tuhan YME sudah selayaknya memanjatkan doa yang paling baik dan paling indah.

Ada beberapa hal sederhana lainnya yang juga menarik perhatian saya yakni, sebenci apapun kita kepada orang lain maka eloknya tetap didoakan yang paling baik. Karena apa? Karena doa yang dipanjatkan untuk orang lain akan kembali kepada yang mendoakan.

Entah ada kebencian sedalam apa hingga orang tersebut tega berbuat demikian. Apakah ia berniat untuk menjadi pengganti Pak Jokowi? Apakah ia bisa berbuat lebih baik dari Pak Jokowi? Apakah ia siap dengan segala resikonya untuk memimpin Negara ini? Apakah ia berfikir memimpin sebuah Negara itu mudah? Dan masih banyak apakah-apakah lainnya yang amat ingin saya tanyakan kepada dirinya jika ada kesempatan bertatap muka.

Ah sudahlah, sekali lagi saya hanya ingin menyampaikan bahwa :

Doa untuk kawanmu merupakan doa yang mustajab untuk dirimu sendiri.
“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya, adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata “aaminn” dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan”
(Shahih Muslim No. 2733)

(dnu, pernah menulis sambil menahan lapar?? Saya pernah!, 23 Juni 2015, 09.46 WIB)