Saturday, June 20, 2015

NAVIGASI

Sekian lama berfikir ada satu ilmu yang sulit sekali saya pelajari dan nyaris saya tak tertarik untuk menjadi ahli, yakni ilmu Navigasi.

Jika bepergian yang sendirian, saya amat memasrahkan seluruh kendali arah perjalanan kepada Pak Supir Taksi. Namun kadang saya juga mengandalkan Transjakarta, ataupun angkot yang mudah saya hafal trayeknya melalui angka yang tertera di kaca depannya.

Hanya rute terpendek dan terhafal yang berani saya tempuh dengan menyetir sendirian.

Apalah daya, membaca peta pun hingga kini saya tak mampu. Mengoperasikan google maps pun benak saya malah semakin bingung. Apalagi diminta mengikuti arahan suara Mbak Cantik dari GPS, benar-benar tumpul otak saya.

Tapi ada satu keanehan terkait buruknya ilmu navigasi saya ini, yakni saya amat bahagia menemukan dirinya yang terlahir ke dunia, dan ia ada diantara milyaran manusia. Tapi saya bisa dengan radar saya menemukan dia.

Tanpa baca peta.
Tanpa buka google maps.
Tanpa bergantung pada GPS.

Tiba-tiba ketemu aja gituh, trus jadi temen hidup deh :p

Love you ^^

Ahahahahahah....

Cc. Pak Edwin Sholeh; penemuan tanpa ilmu navigasi :p

(dnu, pernah menulis sambil ketawa nggak jelas?? Saya pernah! Ahahaha...., 20 Juni 2015, 21.00 WIB)