Wednesday, June 24, 2015

Paramedis kok Hina Pasien BPJS Kesehatan? Kerja kan Ibadah…



Nyok rame-rame kite ambil pelajaran dari kejadian ini!!! Tentang yang lagi ngehits bangeeett… dimana ada seorang paramedis/petugas kesehatan entah Rumah Sakit atau Puskesmas yang mengumpat di akun media sosial miliknya dengan kalimat berikut :

“Lama2 disini gw bisa hipertensi ngadepin pasien bpjs,,, bayar gak seberapa tapi mau pelayanan eksekutif dan ngomel2,,, naek kereta aja kalau mau yg eksekutif”

Guys….dia mengumpat atas nama profesinya yang sejatinya adalah pengabdian!!! Petugas kesehatan adalah pelayan masyarakat. Hubungannya dengan kesehatan seseorang atau bahkan nyawa seseorang. Apakah bisa umpatan yang seperti ini dikatakan manusiawi??!!!

Apakah dia lelah sehingga akhirnya mengumpat di media sosial? Tetap saja tidak dapat dibenarkan!

Apapun profesi kita saat ini, bukankah dalam menjalankan semua itu telah atas keputusan diri sendiri? Kita yang memutuskan untuk menjadi apa. Kita yang memilih untuk bekerja sebagai apa dan dimana. Setelah demikian adanya, menurut saya semuanya adalah pengabdian!!!!! Kepada siapapun!

Pengabdian kepada perusahaa, kepada Negara, kepada Agama, kepada masyarakat hingga mungkin pengabdian kepada alam semesta!

Ngga pantes mengeluh tentang apa yang sudah kita pilih!

Jika ada yang dirasa tidak cocok untuk menjalani profesi saat ini, mudah saja, berhenti saja dari pekerjaan itu, cari yang baru, ganti profesi yang disenangi, disukai, sesuai passion dan sesuai kata hati. Sehingga pada saat menjalaninya setiap hari selalu penuh dengan suka cita dan tak ada lagi umpatan dimana-mana.

Jika dikaitkan dengan sang pengumpat diatas, ia adalah seorang paramedis/petugas kesehatan yang sehari-hari kewajibannya adalah menolong orang yang sakit. Sekarang mau bicara BPJS Kesehatan? Yang katanya diperuntukkan bagi orang yang kurang mampu karena terlihat dari iuran bulannya yang amat terjangkau? Tetap tidak bisa dibeda-bedakan dengan pasien lainnya. Semuanya sama! Sama-sama manusia yang butuh pertolongan!

Undang-undangnya jelas lho bahwa BPJS Kesehatan adalah program pemerintah Indonesia yang ditujukan bagi seluruh Warga Negara Indonesia, cakupan semesta! Bukan untuk warga miskin, berkekurangan atau berkesusahan! jadi jangan lagi dilihat bahwa BPJS adalah untuk orang susah!

Sekalipun Anda sebagai petugas kesehatan dan mendapati pasien BPJS yang terlihat tak mempunyai banyak uang, tetap saja profesionalitas Anda dituntut disana! Layani semua dengan senyuman dan kualitas yang maksimal. Jangan ada perbedaan!

Bukan tidak mungkin lho pasien tersebut hanya menuntut senyum manis Anda selaku petugas kesehatan yang ia temui. Bukankah senyuman sang perawat/dokter/atau pelayan kesehatan yang diberikan dengan tulus kepada pasien dapat membuat psikis pasien menjadi lebih baik??? Psikis pasien yang baik tentu akan meningkatkan motivasi sang pasien untuk cepat sembuh dan cepat sehat!

Kalau pasiennya senang, gembira dan nggak putus asa, maka hal inipun akan memudahkan tugas Anda sebagai pelayan kesehatan, minimal pasien itu mau nurut dengan apa yang Anda sarankan demi kesembuhannya.

Lalu bagaimana jika pelayan kesehatannya malah mengumpat?? Tentu ngga akan ada dong senyuman manis yang dipersembahkan untuk para pasien?? Pasien juga males dong berobat ke Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik tersebut. Karena apa? Petugasnya tidak ramah!

Dengan mengumpat seperti tersebut diatas, menurut saya, berarti Anda tengah mendiskreditkan seorang peserta BPJS Kesehatan. Menganggapnya tak punya cukup uang untuk berobat sehingga menggunakan layanan BPJS Kesehatan, lalu seterusnya dianggap tak layak mendapatkan pelayanan yang maksimal!

Semua pasien hendaknya diberikan pelayanan yang terbaik. Tidak ada cibiran atau apapun, apalagi terkait proses pengobatan yang ditempuhnya. Bagaimana jika Anda menangani pasien umum, tampak seperti orang kaya, banyak uang, datang dengan mobil mewah, apakah akan Anda layani dengan standar yang lebih tinggi? Seharusnya tidak demikian.

Semua orang yang datang ke sebuah pusat layanan kesehatan adalah orang yang sedang sakit dan butuh pertolongan, bukan orang miskin atau orang kaya, atau pasien umum, asuransi atau pasien BPJS Kesehatan.

Saya sih tidak ingin menyalahkan juga mengapa ia mengumpat di media sosial yang di zaman sekarang ini apapun mudah ditangkap melalui jaringan dunia maya ini. Mungkin ada yang bisa membenarkan jika ingin mengeluh maka lakukanlah di dalam hati saja, sehingga tak seorang pun yang tau. Tapi tetap saja, bagi saya bekerja itu ibadah, dan lakukanlah semuanya dengan penuh keikhlasan.

Akhir kata saya hanya ingin sampaikan, bekerjalah dengan cinta maka cinta akan terus mengikutimu dimanapun berada.

(dnu, pernah menulis sambil nahan murka?? Saya pernah!, 24 Juni 2015, 12.59 WIB)