Friday, July 31, 2015

Challenge Accepted!

Jelajah Seru Ranah Minang
#10

Pernah ada yang menchallenge saya untuk berfoto di depan gedung ini. Dan ketika saya berada disana kebetulan gedung kebesaran nan bersejarah ini sedang dijadikan tempat Pameran Batu Akik.

Hhhmm... agak aneh tapi nyata sih. Sayang arena pamerannya lupa untuk difoto, karena juga tidak tertarik dengan objek pamerannya. Tapi sempat memotret pengumumannya yang dipublikasikan di harian Sumbar.

Kenapa ya tempat bersejarah ini dijadikan tempat pameran batu akik? Ah sutralah yang pasti challenge accepted!

Cc. Boss Hatta Azizy

(ditulis sambil mikirin gimana caranya mengubah kepala batu menjadi lebih berharga seperti batu akik, 31 Juli 2015, 20.55 WIB)

Thursday, July 30, 2015

Wisata Air Terjun Pinggir Jalan, Lembah Anai

Jelajah Seru Ranah Minang
#9

 Sebelumnya saya menyebutnya dengan "air terjun pinggir jalan", karena letaknya yang memang persis di pinggir jalan raya. Namun setelah bertandang langsung ke lokasi yang sesungguhnya kini saya sudah hafal mengenalnya dengan nama "Air Terjun Lembah Anai".

Desir air yang turun dari tebing dengan ketinggian kurang lebih 60 meter ini tidak mengerikan, bahkan membawa pesan damai tersendiri bagi yang menikmatinya. Bagi yang sedang gundah gulana boleh dicoba dengan main-main kesini, foto-foto, selfie-selfie, dijamin Anda akan semakin galau! Ahahaha..... Karena jelas tempat ini kurang asyik jika hanya dikunjungi seorang diri.

"Lembah Anai Terletak di tepi Jalan Raya Padang-Bukittinggi, air terjun ini sebenarnya terletak di kawasan cagar alam Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Di sekitar air terjun terdapat monyet yang berkeliaran. Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 60 meter ini punya pemandangan luar biasa. Pada saat liburan, air terjun ini dikunjungi oleh ratusan pengunjung." *Wikipedia

Keunikan air terjun ini ialah letaknya yang berada di pinggir jalan utama. Berbagai kendaraan yang melintas bisa sambil lalu menikmati keindahannya.
Area Air Terjun Lembah Anai memang tidak terlalu luas, namun berkat keunikannya air terjun ini berhasil menjadi salah satu objek wisata yang patut diperhitungkan di Sumatera Barat.

Tak sedikit wisatawan asing maupun lokal yang sengaja berkunjung ke wisata air ini, untuk menikmati keunikannya atau hanya sekedar foto bersama.

Jumat (24/7) lalu saya merasakan percikan langsung air terjun ini. Curahan kuat dari tebing yang tinggi memberikan deburan suara yang seru untuk dinikmati. Kolam alami berkat tumpahan air yang terletak dibawahnya juga menjadi kesenangan tersendiri bagi siapa saja yang mengunjunginya. Mencuci kaki, membasuh muka atau hanya merasakan kesejukan airnya diujung kuku menjadi aktifitas yang amat seru.

Melalui suatu situs berita online dan video yang beredar di dunia maya beberapa bulan lalu, saya mendapat informasi bahwa Air Terjun Lembah Anai ini pernah mengamuk, yang artinya curahan air yang turun dari tebing amat deras, bahkan mungkin dalam volume yang berkali-kali lipat. Hal ini mengakibatkan kubangan air yang tak luas dibawahnya menjadi meluap tumpah ruah hingga membanjiri jalan raya.

Amukan yang terlihat cukup mengerikan ini hanyalah sebuah fenomena alam yang wajar terjadi. Mungkin saja karena curah hujan sedang tinggi sehingga menyebabkan air yang tumpah melebihi sebagaimana yang terjadi sehari-hari.

Walau demikian dalam keadaan yang paling tenang ini Air Terjun Lembah Anai telah berhasil memperlihatkan kecantikannya, keelokannya dan keluarbiasaannya sebagai wisata Air Terjun pinggir jalan.

Jalan-jalan ke Bukittinggi? Jangan lupa mampir lembah anai ya!

Air sejuk menyejukkan.
Air tenang menenangkan.
Air Terjun Lembah Anai memang sejuk dan menenangkan ^^

(dnu, ditulis sambil ngantuk-ngantuk tak jelas...., 30 Juli 2015, 21.07 WIB)

Lihat tatapan mata saya yang amat kagum terhadap air terjun ini...
Btw, apakah mata saya kelihatan? Ahahhaha....

The Real Sate Padang

Jelajah Seru Ranah Minang
#8

Seumur-umur tinggal di Jakarta saya belum pernah tertarik untuk mencicipi sate padang, walau hanya sedikit saja.

Entah mengapa penampilan bumbunya yang amat tidak menarik telah berhasil membuat saya mengundurkan diri baik-baik dari sajian makanan khas Padang tersebut.

Coklat tak cerah ceria, seperti berlendir dan kental. Hal-hal tersebutlah yang membuat perut saya sulit tergugah. Walaupun di sisi lain saya amat mencintai budaya Minang ya! Agak aneh sih memang kedengarannya haha...

Tapi memang karena selera kuliner saya yang tidak bagus juga sih, sehingga hanya sedikit makanan yang tampak enak. Terbukti hanya rentang angka 42 - 45 saja yang setia menempel di badan hingga kini :p

Tapi berbeda kala saya berhasil berdiri manis (ehm.. hahaha...) diatas Ranah Minang. Saya tergoda untuk mencobanya sebagai alat pengisi perut di siang hari yang cerah.

Saat mengunjungi Pantai Air Manis disana banyak warung makan yang sajian utamanya adalah sate padang. Dengan segenap hati dan sebilah ketulusan saya membeli dan memakannya.

Dan ternyata, rasa itu tak seaneh tampilannya. Gurih. Rasa karinya enak (walau entahlah itu kari atau apa saya kurang paham hihi...) dan dagingnya juga empuk.

Kesimpulannya, jangan menilai sesuatu dari luarnya saja. Dan yang terpenting, sate padang ternyata enak lho :p

Ini foto sambil nyengir karena puas akhirnya berhasil untuk berani nyobain sate Padang haha...

(dnu, ditulis sambil nonton DVD How To Make your face sweet like a cup cake haha..., 30 Juli 2015, 18.40 WIB)


Tuesday, July 28, 2015

Menatap Danau Maninjau dari Puncak Lawang

Jelajah Seru Ranah Minang
#7

Sebenarnya area Puncak Lawang yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini tidakk terlalu luas. Pergelaran wisata di puncak ini pun tidak banyak, hanya ada beberapa jenis permainan untuk anak serta remaja.

Tapi dibalik itu semua ada yang istimewa disini, yakni dari Puncak Lawang ini kita bisa melihat hamparan luas Danau Maninjau yang merupakan danau yang amat terkenal di Ranah Minang.

Menatap danau nan luas dengan tenang, sendirian tak ada gangguan hanya angin yang menemani, bisa menjadi tatapan mata paling romantis yang pernah terjadi :p

Keistimewaan lainnya ialah banyaknya pohon yang menjulang tinggi, di atas tanah bukit yang bersih menjadi pemandangan indah tersendiri.

Kenapa pohon-pohon ini bisa tumbuh subur tanpa mematikan pohon yang lain, bahkan tetap menebar manfaat bagi lingkungan di sekitarnya?

"Pepohonan saling beradu tumbuh tinggi, bukan untuk saling menyaingi tapi untuk bersama menaungi. Dengan lebat daunnya dan rindang rantingnya bersama memberikan keteduhan guna melahirkan bentangan kesejukan. Hanya semata, bagi siapa saja yang ada di sekitarnya..."

Marilah kita bersama-sama belajar dari ilmu pohon di bukit ini. Tetap tumbuh menjulang tinggi tanpa harus menjatuhkan teman yang lain, bahkan tetap dengan pasti memberi manfaat bagi siapa saja yang ada di kehidupan kita.

(dnu, ditulis sambil menghayal makan sayur kangkung pake kuah pake cabe - ngga penting pake nasi apa ngga haha..., 28 Juli 2015, 20.20 WIB)

Monday, July 27, 2015

Ask Me!

Jelajah Seru Ranah Minang
#6

No need more caption. No need more explanation. Just wanna say if you want to know what it's dream come true, ask me! Aahahahha...

Love this traditional clothes so much darliinggg...!!!!

Someone looks very pretty when talking about her favorite :p


(dnu, ditulis sambil cengar cengir tak berguna haha..., 27 Juli 2015, 17.45 WIB)

Sunday, July 26, 2015

Sayang, Pantai Malin Kundang Tidak Dirawat!



Jelajah Seru Ranah Minang
#4

Pantai adalah salah satu objek wisata yang berpotensi menarik banyak pengunjung terutama pada musim liburan. Keadaan pantai yang bersih dan bebas dari sampah menjadi syarat utama atas daya tarik bagi seseorang untuk ingin kembali dan kembali lagi melepas penat di pantai itu.

Tapi tidak dengan Pantai Air Manis atau yang dikenal dengan Pantai Malin Kundang yang terletak di Sumatera Barat. Ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di Bumi Ranah Minang ini (23/7), dan Pantai Air Manis yang melegenda menjadi salah satu tujuan utama yang wajib dikunjungi.

Pantai Air Manis adalah salah satu objek wisata ternama di provinsi Sumatera Barat, namun sangat disayangkan keadaan pantai ini tidak semanis namanya. Pengelolaan yang tidak teratur dari segala sisinya bisa ditemukan disini.

Mulai dari kurang lebih 2 kilo meter sebelum memasuki area pantai para calon pengunjung telah disuguhi lebih dari 4 kali anak-anak yang meminta uang di pinggir jalan. Dengan menggunakan kardus bekas mereka menginformasikan berapa jauh lagi perjalanan yang harus ditempuh menuju pantai sambil meminta uang seikhlasnya.

Begitu memasuki arena perhelatan pantai pengunjung akan diberi kebebasan sebebas-bebasnya. Mulai dari bebas parkir hingga bebas membuang sampah di mana saja.

Bebas parkir disini maksudnya adalah pengunjung yang membawa kendaraan bebas memarkir kendaraannya di mana saja. Bahkan hingga ke bibir pantai. Bebas. Asal bersiap saja jika mobil harus tergulung ombak.

Tidak terlihat adanya pengelola parkir di pantai ini. Semua pengunjung bebas berhenti dimana saja. Mungkin jika bisa parkir di tengah laut maka hal ini juga akann dilakukan.

Kebebasan yang ke dua adalah bebas membuang sampah dimana saja. Pengunjung yang hadir disana, begitu mengijakkan kaki di bibir pantai akan langsung disuguhkan pemandangan sampah yang amat banyak dan berserakan di berbagai titik. Mulai dari sampah plastic hingga sampah sisa makanan.

Jika pengunjung kelaparan dan kehausan di sini jangan khawatir karena para penjaja makanan dan minuman amat mudah ditemukan disini. Tapi jangan coba-coba mencari seonggok tempat atau tong sampah karena untuk bisa menemukannya sulitnya minta ampun! Baiklah, tempat sampah mungkin tidak ada yang peduli untuk menyediakan maka gerakan dan budaya bebas membuang sampah di pantai legendaris ini telah menjadi hal yang amat biasa.

Sebilah papan yang bertuliskan “dilarang membuang sampah sembarangan” pun saya tak berhasil menemukannya. Apakah ketidakberadaan hal-hal ini yang menyebabkan seseorang tidak turut bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan area di sekitarnya? Entahlah.

Kebebasan yang berikutnya adalah bebas berfoto dengan batu legenda Malin Kundang dari sisi mana saja. Bahkan menginjak batu tersebutpun sebagai akibat dari rebutan posisi antar orang-orang yang ingin mengambil gambar kerap terjadi.

Lagi-lagi saya miris melihat kejadian ini. Terlintas tanya dibenak saya mengapa di sekitar batu dan Malin Kundang tersebut tidak didirikan pagar? Bukan untuk menjauhkan antara pengunjung dengan sang legenda, tapi hanya alasan ketertiban yang semestinya berlaku di pantai ini.

Batu tersebut adalah bukan batu biasa, keberadaannya membawa sebaris kisah yang amat melegenda. Hal ini juga menjadi cerita rakyat yang telah banyak digunakan oleh para guru di sekolah untuk mengajarkan kepada muridnya tentang sikap seorang anak yang tidak boleh melawan Ibu yang telah melahirkannya.

Hal ini berarti betapa kisah tesebut telah menjadi hal yang penting bagi dunia pendidikan di Indonesia. Maka menurut saya, segala hal yang terkait dengannya hendaknya dapat dijaga dengan sebaik mungkin. Mulai dari bentangan pantainya yang amat sangat perlu dijaga kebersihannya, penjagaan melalui kelilingan besi pagar di sekitar batu Malin Kundang, pengelolaan perparkiran pengunjung pantai, hingga dukungan masyarakat terhadap siapa saja yang tertarik berkunjug ke pantai ini dengan cara tidak melakukan permintaan retribusi ilegal yang entah apa tujuannya.

Sampah dimana-mana, parkir bebas hingga nyaris ke mulut pantai, serta bebas menginjak-injak batu legenda Mali Kundang menjadi pemandangan mengharukan yang ada di pantai ini.

Saya sebagai pelancong dari Jakarta dan sebagai pengagum budaya Sumatera Barat amat miris menyaksikan ini semua di depan mata. Sangat jauh dari ekspektasi.

Entah mengapa nampaknya tidak ada pengelola yang benar-benar resmi mengurus pantai yang menjadi tobjek wisata ini sehingga terjadi berbagai hal-hal negatif di sekitarnya.

Mungkin para pemuda yang merasa sayang dengan pantai ini bisa segera melakukan suatu gerakan pungut sampah dalam rangka mewujudkan rasa sayang terhadap legenda malin kundang.

Bayangkan, jika Pantai Air Manis ini benar-benar manis dari segala sisinya, bukan tidak mungkin akan semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung. Maka dengan demikian pendapatan daerah akan menigkat melalui penataan objek wisata yang maksimal baiknya.

Sayang kan pantai legendaris yang bernama Pantai Air Manis tapi tampaknya sungguh tak manis :(

(dnu, ditulis dalam perjalanan kembali dari Pantai Air Manis – Sumatera Barat, 23 Juli 2015, 14.05 WIB)

 Parkir di tengah laut juga kayanya boleh-boleh aja...


Sampah dimana-mana huhu....


Ngga Berhenti Nyengir :p

Jelajah Seru Ranah Minang
#3

Ah serunya Sumatera Barat ini! Keren! Hampir semua bangunan pemerintahan model atapnya ala ala rumah gadang. Ya iyalah hahaha....

Semua bangunannya lucu. Mata saya benar-benar dimanja siang ini (23/7).

Di sepanjang jalan yang akan menjadi kenangan ini ada satu hal menarik yang ingin saya bagi, yaitu di Kota Padang ini tak satupun saya temukan "Rumah Makan Padang"!!! Semuanya hanya bertuliskan "Rumah Makan" saja.

Huh! Kenapa begitu?!

Hahaha... jelas saja di kota ini semua masakannya khas Padang, jadi tak perlu lagi dituliskan "Rumah Makan Padang" :p

Siang ini saya menempuh perjalanan menuju Pantai Air Manis. Namun di tengah perjalanan kami berhenti di Masjid Raya Sumatera Barat untuk menunaikan ibadah shalat Dzuhur sambil rehat sejenak.

Lagi-lagi saya berdecak kagum, pasalnya masjid ini keren bangeeeeettt.... karena apa? Karena atapnya ala ala rumah gadang :p


Kepala tengak tengok kanan kiri...
Otak mutar muter tak habis pikir betapa cantiknya area pusat pemerintahan Sumatera Barat ini...
Hati deg degan karena adrenalin terpicu penasaran ada apalagi dalam seratus meter jalan di depan, depannya lagi dan depannya lagi...

Dan satu yang pasti bibir tak berhenti nyengir karena amat senangnya siang ini saya bisa berada disini :p

(dnu, ditulis dalam perjalanan menuju Pantai Air Manis - Malin Kundang, 23 Juli 2015, 13.33 WIB)


 Tajamkan pandangan, ada saya tapi kecil banget hihihi...

Terima kasih Pak John....

Jelajah Seru Ranah Minang
#2

Namanya Pak John, beliau adalah teman kami yang berawal dari pertemanan di facebook, namun kini berubah menjadi saudara. Saya biasa memanggilnya Boss John, seorang asli Sumatera Barat yang kini bermukim di Pekanbaru.

Beliau yang awalnya terkadang membaca artikel yang saya posting di media sosial ini, lalu berubah menjadi teman, hingga suatu saat berkabar bahwa saya berencana liburan ke Sumatera Barat.

Tidak disangka, Boss John beserta keluarga menjemput saya dan suami di Bandara Minangkabau Sumatera Barat pada Kamis (23/7), dan lanjut menemani kami menjelajah seluruh alam Sumatera Barat.

Ditemani sang istri dan anak semata wayangnya, Boss John dengan setia membawa kami ke berbagai tempat wisata nan bersejarah mulai dari Kota Padang hingga Bukittinggi.

Penjelajahan Ranah Minang kali ini sungguh amat sangat kami rasakan kenyamanan dan kemudahannya. Jelas karena Pak John dan keluarga yang setia membantu kami lengkap dengan kendaraannya.

Entahlah mengapa kami bisa bertemu dengan keluarga sebaik dan seluar biasa Pak John ini. Mungkin Allah SWT sedang mengabulkan doa para orang tua kami yang menginginkan agar anak-anaknya selalu dalam kemudahan. Jadilah kami bertemu dengan Pak John dan keluarga yang membuat segalanya menjadi mudah.

Pak John dan keluarga luar biasa baik. Menjemput kami di Bandara, menemani berjalan-jalan, hingga mencarikan travel dari Bukittinggi untuk kami kembali ke Kota Padang karena esoknya kami harus kembali ke Jakarta.

Sebelum kami kembali ke Kota Padang pun, Boss John masih menyempatkan waktu untuk menemani kami ke beberapa tempat wisata. Padahal siang harinya beliau dan keluarga harus segera kembali ke Pekanbaru.

Sebelum berpisah kami sempat mengunjungi kampung tempat tinggal Pak John di Padang Luar, mampir sebentar ke rumahnya dan merasakan kesejukan alam sekitar rumah beliau. Ada kebun bawang dan kolam ikan yang membuatnya semakin asri.

Pertemanan yang diawali melalui media sosial khususnya Facebook tidak selamanya mengerikan. Berawal dari jalinan teman yang kita tidak tahu ia siapa memang perlu kewaspadaan ekstra. Tapi Alhamdulillah, pertemanan kami dengan Boss John mematahkan itu semua. Bahwa masih ada orang baik yang dapat kita kenal melalui jejaring media sosial.

Agak susah sih mau mengucap terima kasih macam apa kepada Pak John dan keluarga atas segala budi baiknya selama 3 hari yang telah menemani kami, membantu kami, hingga memfasilitasi kami menjelajah Ranah Minang.

Cuma bisa bersyukur kepada Allah SWT karena kami telah dipertemukan dengan orang baik sebaik Boss John.

Terima kasih tak terhingga Pak John...

Salam,
Dewi Edwin

(dnu, ditulis sambil dipijit refleksi di Plaza Andalas - trip terakhir di hari terakhir di Padang, 26 Juli 2015, 14.35 WIB)

 Berfoto bersama keluarga Pak John

Bandara Internasional Minangkabau Akhirnya Terjamah!

Jelajah Seru Ranah Minang
#1

Yes! Safely landed yang paling bahagia! haha… berfoto di depan tulisan Bandar Udara Internasional Minangkabau sudah terlakoni dengan apik! Good job!

Akhirnya sodarraa sodarrraaaahh... hahah.....

Bagi sebagian orang mungkin ini adalah hal biasa yang amat biasa dan terlalu biasa. Tapi berbeda dengan saya, seorang Betawi keturunan Jawa yang amat cinta pada budaya Minang. Sekian lama bermimpi untuk bisa menginjakkan kaki di bumi Ranah Minang akhirnya kesampaian juga :p

Kamis (23/7) saya bersama suami bertolak dari Jakarta menuju Sumatera Barat. Menjelajah dengan maksimal seluruh sudut Kota yang terkenal dengan legenda Malin Kundang ini menjadi tugas yang harus diselesaikan dalam waktu 4 hari ke depan.
Semangat!

Penjelajahan seru Ranah Minang ini diawali dengan mengisi perut di salah satu resto yang terdapat di bandara Minangkabau, yakni resto Bakso Solo ^^

Tetep darah Jawa-nya ngga bisa hilang ahahahaha……

(dnu, ditulis sambil makan Bakso Solo di Ranah Minang yeaayy!!...., 23 Juli 2015, 11.29 WIB)

Saturday, July 25, 2015

"Sensasi Makan Bakso Di Pinggir Rel Kereta Api"

Namanya Bakso President, terletak di Kota Malang. Tempat ini memiliki sensasi makan bakso yang agak ekstrim.

Pasalnya warung ini terletak di pinggir rel kereta api yang masih aktif beroperasi.

Ditengah asyiknya menikmati bakso rebus dan bakar, siap-siap saja deretan gerbong kereta api yang dipimpin sebuah lokomotif datang tiba-tiba dan membuat rasa semangkuk bakso menjadi lebih nikmat.
Seperti video ini, seru seru mengerikan gimanaaaa gituh hahah.....

(dnu, ditulis pas baru bangun tidur di pagi hari yang hangat seperti masih pagi buta eh ternyata udah jam 8 hohoho...., 26 Juli 2015)


Thursday, July 23, 2015

Selamat Hari Anak Nasional! Anak Indonesia Harus Sehat, Pintar dan Bahagia



Hari ini (23/7) diperingati sebagai Hari Anak Nasional, dimana sudah jelas peringatan ini diperuntukkan bagi seluruh anak Indonesia, siapapun itu.

Sebagai pecinta anak-anak, dunia anak, tentang anak, serta anak dengan segala kegiatannya saya ingin menyampaikan pesan melalui artikel ini yang saya tulis di pagi yang cerah karena libur masih tiba hehe…

Semua yang penulis tuangkan disini bisa jadi adalah kondisi ideal yang sewajarnya ada. Maka jangan sungkan-sungkan untuk mematahkan seluruh pendapat penulis ^^

Pesan saya tujukan kepada siapa saja yang memiliki anak, berdekatan dengan anak, menyukai anak, hidup dengan seorang anak, pemerhati anak, pecinta anak, badan perlindungan anak, serta ptofesi apa saja yang berhubungan dengan anak-anak. Bahwa seyogyanya anak-anak Indonesia masa kini harus tetap bisa merasa bangga karena telah terlahir sebagai anak Indonesia. Seperti lagu yang mungkin pembaca pernah dengar denngan salah satu syairnya “aku bangga menjadi anak Indonesia…..”

Anak Indonesia Harus Tumbuh Sehat
Siapa sih yang tidak senang melihat buah hatinya tumbuh sehat? Jika melihat anak sendiri kita amat senang, lalu bagaimana jika melihat anak orang lain yang tidak tumbuh dengan sehat? Sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan alangkah baiknya jika kita juga memiliki rasa tanggung jawab moral sosial terhadap kehidupan orang lain.

Masih banyak dibelahan bumi Indonesia yang tidak terjangkau oleh pandangan mata kita, terdapat anak-anak yang memiliki riwayat penyakit gizi buruk, kelaparan, atau bahkan menjelang kematian karena suatu penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Tanggung jawab moral secara sosial terhadap hal yang seperti ini mungkin bisa kita lakukan dengan banyak cara sederhana. Misalnya memberikan bantuan makanan, pakaian atau apa saja yang menjadi kebutuhan anak-anak tersebut yang berhubungan dengan kelangsungan hidupnya. Bantuan bisa disalurkan melalui lembaga-lembaga pemerhati anak atau sejenisnya.

Upaya paling nyata yang bisa kita lakukan adalah menjaga sosok anak-anak yang kehidupannya paling dekat dengan kita melalui pemberian kehidupan yang layak. Misalnya memberikan makanan dan minuman yang sehat, memberikan asupan gizi yang seimbang, serta bersegera melakukan pengobatan apabila kesehatan anak terlihat menurun.

Anak Indonesia Harus Tumbuh Pintar
Variabel lainnya yang termasuk dalam kategori pemenuhan kehidupan yang layak bagi anak adalah point pendidikan. Adalah menjadi hal yang utama dalam sebuah keluarga dalam memberikan pengajaran kepada seorang anak agar tumbuh menjadi pribadi yang pintar tingkah laku dan akademisnya.

Pendidikan diawali dengan pemenuhan kebutuhan pendidikan rohani. Sebagai makhluk yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, pendidikan kategori ini mejadi wajib ditanamkan dalam diri seorang anak sejal kecil.

Dengan tujuan menjadikan seorang anak sebagai pribadi yang berbudi pekerti luhur maka pemenuhan ilmu-ilmu rohani sangat diperlukan.

Selain itu, agar  hidup berjalan seimbang, seorang anak  juga harus dibekali dengan pendidikan moral dan tingkah laku dalam menjalani hidup yang berdampingan dengan orang lain. Segala perbuatan tentu aada balasannya, begitu juga dengan tingkah polah dalam kehidupan bertetangga tentu ada sanksi-sanki sosial yang harus dipertanggungjawabkan apabila melakuakn suatu perbuatan tercela.

Demikian pentingnya pendidikan moral ini ditanamkan dalam diri seorang anak agar saat tumbuh dewasa nanti ia telah memahami jalur perbuatan yang terpuji, sehingga dapat hidup sebagai makhluk sosial yang baik dan terhindar dari sanksi sosial.

 Setelah memiliki kepandaian akan ilmu rohani dan kehidupan sosial, ada satu hal yang tidak kalah pentingnya yakni kepandaian secara akademis. Itulah mengapa dunia anak adalah dunia sekolah yang didalamnya diterapkan berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal jika besar nanti. Seorang anak yang pintar akademisnya maka ia akan mudah mencapai cita-citanya yang telah disusunnya sebagai mimpi sejak kecil.

Anak yang pintar haruslah atas gabungan tidga hal tersebut diatas, yaitu pintar secara kerohanian, pintar dalam bergaul di lingkungan masyarakat dan pintar secara ilmu akademisnya.

Anak Indonesia Harus Tumbuh Bahagia
Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan warna warni kehidupan. Dunia yang penuh dengan berputar, berlari dan menari. Jauh dari kesedihan. Jauh dari kesakitan. Jauh dari kesusahan dan jauh dari tanggung jawab yang seharusnya diemban oleh orang tuanya. Maksudnya disini ialah bukan menjadi tanggung jawab seorang anak untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarganya.

Kebahagiaan bisa tumbuh dari mana saja, tapi faktor utama ialah dari keluarga. Sebuah keluarga yang ayah ibunya bahagia maka anak pun akan tumbuh sebagai pribadi yang ceria, pemberani dan tidak tertutup. Sebaliknya, seorang anak yang hidup dalam keluarga yang penuh dengan amarah dan tidak menenangkan maka otomatis anak-anak yang ada didalamnya pun akan menjadi pribadi yang pemarah, pembangkang bahkan pemberontak.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Demikian pula anak-anak kita, mereka akan tumbuh sesuai dengan bentukan yang mewadahinya. Bagaimana keadaan wadahnya maka dengan amat baik semua diserap oleh sang anak.

Menjadi orang tua atau pribadi dewasa yang baik dalam segala hal maka akan menurunkan nilai-nilai positif kepada anak-anak yang ada di lingkungan terdekatnya.

Seluruh anak Indonesia harus tumbuh menjadi pribadi yang sehat, pintar dan bahagia agar dapat menjadi penerus bangsa yang mampu memimpin Negara yang akan selalu menanamkan nilai-nilai positif dalam setiap tindak tanduknya.

Karena tiada rasa yang paling bahagia selain melihat anak Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang sehat, pintar dan bahagia ^^

Selamat Hari Anak Nasional!!

(dnu, ditulis di Soetta sambil nunggu burung besi datang dan membawaku pergi… ehm…, 23 Juli 2015, 08.14 WIB) 


Saturday, July 18, 2015

Duka Papua, Duka Muslim Dunia

Berlebihankah judul diatas?

Untuk menentukan jawaban yang paling tepat coba bayangkan perumpamaan dibawah ini.

Tidak ingin menyudutkan agama apapun, hanya mengajak siapa saja yang berkenan untuk merasakan kenyamanan diri saat menunaikan ibadah atas keyakinan pribadi.

Saat kita sedang khusyuk; demikian istilahnya dalam agama saya (Islam), atau dengan kata lain tengah serius sekali atas penghadapan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui perwujudan suatu ibadah, tiba-tiba kita diserang oleh sekelompok orang.

Penyerangan bertujuan untuk membubarkan kegiatan ibadah kita.

Lebih miris lagi terjadinya tepat di Hari Raya agama kita, yang notebene hari raya adalah hari suka cita seluruh penganutnya. Hari terbaik dan terindah bagi siapa saja yang meyakininya.

Sekali lagi, tiba-tiba kita diserang, dilempari bebatuan dan seketika rumah ibadah kita dibakar tanpa sebuah alasan yang dapat dibenarkan.

Dengan ini saya mengajak kepada semuanya untuk membayangkan. Di hari rayamu, ditengah ibadahmu, ditengah penghadapanmu kepada Tuhanmu, tiba-tiba kamu dipaksa bubar atas ibadamu melalui serangan yang amat menyakitkan.

Agama adalah kepercayaan, dan setiap orang berhak memilih agamanya masing-masing atas kepercayaanya sendiri-sendiri. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

Dengan tetap tidak memihak suatu agama, sekali lagi artikel ini hanya ingin mengajak kepada siapa saja yang membacanya untuk kembali membuka mata tentang adanya suatu garis lurus untuk sebuah keyakinan.

Adalah urusan saya dengan Tuhan saya untuk agama yang saya anut dan ibadah yang saya tunaikan. Kasarnya sih demikian.

Biarkan orang lain beribadah sesuai kepercayaannya, maka kita akan tenang beribadah sesuai kepercayaan kita.

Agama apapun tentu tidak bisa menepis kesedihan dan kesakitan yang mendalam manakala dihari rayanya, saat menunaikan ibadah tiba-tiba dihancurkan segalanya begitu saja.

Terakhir, saya ingin menyampaikan satu pertanyaan, yaitu; apakah keyakinan yang dianut oleh seseorang berpotensi untuk merugikan orang lain yang keyakinannya berbeda?

Kali ini terjadi kepada umat muslim. Jika pernah terjadi pada umat lainnya, dengan tetap berusaha tidak menyudutkan agama apapun, judul artikel ini bisa menyesuaikan menjadi "Duka Suatu Agama, Menjadi Duka Seluruh Penganutnya Di Dunia"

(dnu, ditulis sambil beli Jus Alpukat di Indomaret yang ternyata Alpukatnya habis zzzz.... 18 Juli 2015, 19.45 WIB)