Thursday, July 30, 2015

The Real Sate Padang

Jelajah Seru Ranah Minang
#8

Seumur-umur tinggal di Jakarta saya belum pernah tertarik untuk mencicipi sate padang, walau hanya sedikit saja.

Entah mengapa penampilan bumbunya yang amat tidak menarik telah berhasil membuat saya mengundurkan diri baik-baik dari sajian makanan khas Padang tersebut.

Coklat tak cerah ceria, seperti berlendir dan kental. Hal-hal tersebutlah yang membuat perut saya sulit tergugah. Walaupun di sisi lain saya amat mencintai budaya Minang ya! Agak aneh sih memang kedengarannya haha...

Tapi memang karena selera kuliner saya yang tidak bagus juga sih, sehingga hanya sedikit makanan yang tampak enak. Terbukti hanya rentang angka 42 - 45 saja yang setia menempel di badan hingga kini :p

Tapi berbeda kala saya berhasil berdiri manis (ehm.. hahaha...) diatas Ranah Minang. Saya tergoda untuk mencobanya sebagai alat pengisi perut di siang hari yang cerah.

Saat mengunjungi Pantai Air Manis disana banyak warung makan yang sajian utamanya adalah sate padang. Dengan segenap hati dan sebilah ketulusan saya membeli dan memakannya.

Dan ternyata, rasa itu tak seaneh tampilannya. Gurih. Rasa karinya enak (walau entahlah itu kari atau apa saya kurang paham hihi...) dan dagingnya juga empuk.

Kesimpulannya, jangan menilai sesuatu dari luarnya saja. Dan yang terpenting, sate padang ternyata enak lho :p

Ini foto sambil nyengir karena puas akhirnya berhasil untuk berani nyobain sate Padang haha...

(dnu, ditulis sambil nonton DVD How To Make your face sweet like a cup cake haha..., 30 Juli 2015, 18.40 WIB)