Saturday, September 12, 2015

Cinta 60 Hari

Mungkin ini adalah satu-satunya teori yang tidak jelas dasarnya dikarenakan datangnya yang entah dari mana.

Teori tentang cinta, dikaitkan dengan hari sejumlah 60, dimana alat ukur yang digunakan adalah sesuatu yang abstrak yakni rasa dan logika.

Bermuara di dalam hati dan jauh di ujung fikiran, teori ini muncul dengan sebuah alasan, yakni karena rasa yang ada bisa jadi sesuatu yang sejati atau hanya sekedar melintasi ruang hati.

Kata seorang teman, sebuah rasa suka terhadap lawan jenis yang bertahan atau terus ada di dalam hati pada kurun waktu minimal 60 hari bisa jadi itu adalah rasa cinta yang sebenarnya.

Berbeda dengan rasa suka terhadap lawan jenis yang begitu menggebu tapi hanya bertahan 2 minggu, maka itu bukanlah perasaan yang sebenarnya. Dengan kata lain hanya cinta yang sesaat.

Teori ini beranggapan bahwa perasaan yang bersemayam di dalam hati dan terus tetap tinggal melebihi batas waktu 2 bulan maka bisa dijadikan tolok ukur tentang kesungguhan rasa tersebut.

Jika perasaan jatuh cinta mendadak, tiba-tiba suka, selalu teringat tentangnya, bahkan terasa nyaris tak bisa lupa walau sedetik saja, tapi jika semua rasa itu hanya bertahan kurang dari dua bulan, sudah jelas bukanlah rasa yang sejati.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa teori ini tidak jelas kehadirannya dari mana dan berdasarkan penelitian macam apa.

Tapi untuk sekedar mengukur rasa suka, bisa juga sekarang dirasakan sudah bertahan berapa lama rasa sukamu terhadap seseorang.

Jika lebih dari 60 hari, hati-hati bisa jadi itu rasa yang sebenarnya. Namun jika satu bulan saja rasa suka sudah berpaling ke lain hati maka bisa dipastikan rasa itu hanya main-main saja.

Selanjutnya, masih berdasarkan teori yang tidak jelas ini, sebuah rasa suka tidak bisa dipaksakan untuk terus bertahan hingga melebihi batas waktu 60 hari. Dan sebaliknya, tidak pula bisa dipaksakan untuk segera hilang sebelum mencapai waktu 60 hari.

Agar menjadi rasa yang sejati, atau ingin memungkiri bahwa rasa itu bukanlah yang sebenarnya.

Note : Jangan terlalu serius menanggapi tulisan ini. Sekali lagi, teori ini bukan berdasarkan penelitian ilmiah, karena semuanya entah datang dari mana.

(dnu, tulisan titipan seorang temen yang lagi jatuh cinta dan mengaku-aku bahwa cintanya adalah yang sesungguhnya karena sudah lama suka dan rasa itu terus ada ahahaha..., ditulis di sebuah Mall bilangan Bekasi Barat sambil nungguin anak-anak main-main di Fun City, sambil ndengerin "meski kau kini jauh di sana, kita memandang langit yang samaaa... jauh di mata namun dekat di hati....", 12 September 2015, 13.35 WIB)