Sunday, October 4, 2015

Ketika

Ketika yang lain memilih untuk menatap alam dengan tatapan mata kosong di warung kopi, kamu bisa mempersilahkan dirimu untuk pergi ke mall lalu belok ke tukang koran lalu mencari tahu bagaimana perkembangan bencana kabut asap hari ini.

Ketika yang lain memilih untuk sibuk menghakimi aparat negara yang dianggap tak gerak cepat dalam menangangi bencana kabut asap di Sumatera dan Kalimantan, kamu bisa mempersilahkan dirimu untuk mulai memikirkan hal apa yang bisa kamu lakukan untuk meringankan beban mereka para korban bencana. Walaupun itu hanya sebuah doa.

Ketika yang lain memilih sibuk untuk bergembira dan berhura-hura sambil menghabiskan uangnya, kamu bisa mempersilahkan dirimu untuk mengambil keputusan bergabung dengan komunitas apa untuk bisa membantu memberikan barang-barang sederhana sebagai pertolongan sementara bagi para korban bencana kabut asap.

Ketika yang lain memilih untuk menarik diri dari penderitaan orang lain, kamu bisa mempersilahkan dirimu untuk mulai memberikan empati kepada siapapun yang hidupnya tak seberuntung dirimu.

Hidup itu singkat, dan kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia yang gegap gempita ini. Maka berbagilah selagi ada, selagi sempat, selagi kepikiran dan selagi diberi kesempatan.

Mata boleh terbuka, telinga boleh mendengar, tangan bisa bertepuk dan kaki bisa menari, maka diantara semua yang baik itu jangan sampai ada hati yang tertutup.

Jangan lupa berbagi, karena kasihmu begitu berarti ^^

(dnu, ditulis di rumah sakit, 1 Oktober 2015, 16.26 WIB)
----------
"Berbagi Cinta Di 4 Kota"

Rp. 35.000,-

Silakan dibeli ^^

100% keuntungan penjualan buku ini akan disumbangkan ke gerakan Indonesia Mengajar.

Dengan membeli berarti Anda telah turut berbagi dan memberikan aksi nyata untuk kemajuan pendidikan anak Indonesia.

Happy writer, happy reader ^^

-DNU-