Sunday, October 4, 2015

Siswa Tewas Di Kelas, Pelajaran untuk Para Guru

Berita menghebohkan tentang tewasnya seorang siswa Sekolah Dasar akibat berkelahi dengan temannya di kelas menjadi momok tersendiri bagi jajaran guru di sekolah terkait.

Dalam perbincangan di sebuat stasiun radio pagi ini (28/9), penyiar radio tersebut yang tengah membahas kasus ini menyatakan keheranannya mengapa hal tersebut bisa terjadi. Padahal ketika anak-anak berkelahi di dalam kelas tersebut ada seorang guru, "gurunya ngapain aja kok bisa sampe ada murid y ang berantem sampe meninggal?" kurang lebih demikian.

Bisa jadi para guru yang telah terbiasa mengajar, memperhatikan tingkah polah anak muridnya dan amat terbiasa melihat mereka bersenda gurau dengan teman-temannya, menyangka perkelahian yang saat itu terjadi adalah juga hal yang biasa.

Sudah biasa bercanda, biasa dorong-dorongan atau biasa pukul-pukulan. Pokoknya semua dianggapnya biasa. Tapi ternyata apa yang terjadi kali ini? Adalah bukan hal yang biasa.

Terkait kejadian ini ada pelajaran yang mungkin bisa diambil oleh jajaran dewan guru dan pendidik dimana pun berada. Jika melihat anak muridnya mulai bercanda yang sekiranya melwati batas, ada baiknya untuk dilerai dan dipisahkan.

Jangan lagi beranggapan "paling becanda biasa...", tapi kita tidak tahu ternyata yang terjadi adalah hal yang serius. Jangan selalu berfikiran "biasa, biasa, biasa...." karena sudah menjadi tanggung jawab pihak sekolah jika terjadi sesuatu dengan anak muridnya di lingkungan sekolah.

Segala gerak gerik yang dilakukan oleh siswa di sekolah sudah sepatutnya mendapat pengawasan dari perangkat sekolah.

Kejadian ini adalah pelajaran yang amat berharga bagi para guru di manapun berada, tentang perlunya kepedulian yang lebih baik lagi terhadap seluruh siswa. Selain itu juga tentang dibutuhkannya penanaman sikap saling menyayangi antar sesama teman, yang diterapkan dari seorang guru kepada semua anak muridnya.

(dnu, ditulis sambil makan di warteg di pinggir sungai, 28 September 2015, 13.05 WIB)