Thursday, November 19, 2015

Cinta Dalam Diam

Aku mencintaimu dalam diam, sampai kapanpun.
Aku akan tetap menyayangimu, walau dalam diam.
Aku selalu merindumu, namun hanya diam.

Aku senantiasa menyelipkan namamu dalam setiap doaku, dalam keheningan.
Aku berserah pada semesta semoga kita kembali dipertemukan, walau serahku hanya dalam diam.

Biar debu yang mengantarkan,
Biar angin yang menyampaikan,
Dan biar taburan bintang yang mengisahkan,

Semua rasa yang selama ini hanya ku simpan diam-diam, ku jaga dalam diam.

(dnu, ditulis sambil beres-beres abis training, 18 November 2015, 16.20 WIB)