Friday, November 20, 2015

Hati Terbelah Di Langit Malam

Menerbangkanmu ke langit luas dan membiarkan semuanya pergi.
Aku berharap suatu saat nanti kamu terjatuh, namun tanpa rasa sakit, karena jatuhmu diantara bintang-bintang.
Dan aku kembali berharap, akulah bintang itu, akulah bintangmu.

Melangkah di kegelapan malam. Menanti sapaan tangan yang menggenggam, tangan kananku digenggam oleh tangan kirimu.
Tanpa saling menatap, tapi ku tahu itu kamu, dan kamu pun tahu, ini aku.

Tak berani saling melihat, tak kuasa saling melepas genggaman erat. Karena rasanya pasti akan terus melekat. Biarkan hanya dua bayangan yang kita lihat, dan benar bahwa ada aku dan kamu disitu.

Tapi ternyata malamku tanpa bintang.
Aku tak akan pernah bisa menjadi bintang.
Tapi kamu akan tetap terjatuh, and maybe you hit a star...
Tapi bintang itu bukan aku.

Karena hatiku telah terbelah di langit malam.
Dan kembali ku terbangkan kamu, lalu ku biarkan kamu terjatuh.

Hatiku, telah terbelah di langit malam.
Karena kamu.

Note : Tulisan ini hasil keisengan otak dan tangan belaka. Hanya terinspirasi dari calon film fenomenal Bulan Terbelah Di Langit Amerika.

(dnu, ditulis sambil nunggu yang dijemput hadir dan membawa minuman pake sedotan haha..., 20 November 2015, 17.18 WIB)