Thursday, November 19, 2015

Pada Akhirnya Aku Belajar

Pada akhirnya aku belajar,
bahwa hidup bukan untuk sendiri,
hidup bukan untuk bahagia sendiri,
dan hidup bukan untuk kemenangan diri sendiri.

Tapi hidup adalah untuk berbagi.

Pada akhirnya aku belajar,
bahwa hidup memang hanya tinggal menunggu mati,
bahwa semua yang hidup pasti akan mati,
maka apa yang bisa ku beri sebelum aku mati maka harus ku beri.

Karena hidup adalah untuk berbagi.

Pada akhirnya aku belajar,
bahwa hidup adalah untuk memberi jalan terang,
bahwa hidup untuk saling berbagi kasih dan sayang,

Karena hidup adalah tak melulu soal harta dan uang.

Pada akhirnya aku belajar,
Mengingat-ingat apa yang telah ku beri bagi negeri ini,
Apa yang telah ku bagi pada bangsa ini,
Dan apa yang telah kulakukan bagi orang lain yang selama ini ku anggap mereka sebagai saudara satu negeri.

Pada akhirnya aku belajar,
Tidak elok jika aku hanya terus berujar, ingin berbagi... berbagi dan berbagi. Tapi seiring bergantinya hari tak jua satu hal pun usai ku bagi.

Pada akhirnya aku belajar,
Bahwa membakar diri demi membuka jalan terang bagi orang lain adalah kebahagiaan yang tak tertuliskan.
Bahwa hanya berbuat seujung kuku namun diterima dan terus dikenang, bahkan dianggap sebagai pembuka jalan terang adalah kebahagiaan yang tak terbayarkan.

Pada akhirnya aku belajar,
Walau hanya menjadi setitik cahaya dalam kegelapan, namun jika itu berguna bagi banyak orang, maka tetap menjadi terang adalah pilihan yang indah untuk terus dilakukan.

Pada akhirnya aku belajar,
Bahwa menjadi kilatan cahaya sesaat dan begitu cepat, tapi siapa kira dari yang sesaat justru terasa bermanfaat dan juga melekat.

*Mendapat kartu sederhana dengan goresan yang luar biasa dari Panitia Pameran Kelas Inspirasi Jakarta dan Indonesia Mengajar :

"Thank you for being the light of the children's dreams"

Dan pada akhirnya aku belajar, bahwa sesungguhnya kami telah saling memberi terang.

(dnu, ditulis sambil menikmati indahnya sakit gigi, 18 November 2015, 20.57 WIB)