Sunday, November 8, 2015

Seandainya Bisa Berpindah Suku

Terlahir menjadi seorang Betawinese tidak membuat saya bersedih. Begitu juga terlahir dari rahim seorang Javanese jelas tidak membuat saya tak bahagia. Tapi yang membuat saya bingung mengapa saya begitu ingin menjadi bagian dari Urang Awak, alias urang minang, hahaha...

Cinta mati sama Bukittingi, semakin galau kala menatap danau maninjau, tak percaya dengan kenyataan akhirnya bisa berada di kelok sembilan. Ah terlalu banyak hal yang membuat saya susah lupa dan semakin jatuh cinta.

Berhubung sangat tidak mungkin untuk bisa berpindah suku, kalo boleh saya meminta, jangan panggil saya Sist... panggil saya Uni pliisss... hahaha....

(dnu, ditulis lagi iseng bangeeeettt nungguin jemputan yang tak kunjung kelihataaann zzzzz..., 6 November 2015, 18.15 WIB)