Thursday, December 10, 2015

Belajar Dari Supir Taksi

Dia supir taksi yang sudah dua kali berhaji.
Dia supir taksi yang dalam setiap injakan gas kendaraannya selalu mengucap asma Allah.
Dia supir taksi yang tak sekalipun saya dapati mengumpat kala jalanan mulai tersendat. Melainkan selalu mengucap ungkapan kesyukuran dan keikhlasan.

Dia supir taksi yang membuat saya nyaman sepanjang perjalanan.
Dia supir taksi yang katanya bekerja hanya untuk menyenangkan keluarganya, sekalipun dirinya mengaku amat lelah bertarung dengan kemacetan di jalanan setiap waktu.

Dan dia supir taksi yang amat berserah, keluarganya harus bahagia, dan kebahagiaan dirinya hanya dipasrahkan kepada Allah SWT.

Dan kata Pak Supir taksi ini ;
"Kalau kita sudah berbuat baik Neng, jangan diinget-inget... lupain aja, yang penting kita udah bikin orang seneng... selebihnya biar Allah SWT yang bales..."

Ini pelajaran yang tidak ada habisnya dimakan waktu.
Pelajaran bisa didapat dari siapa saja, supir taksi sekalipun. Jangan dilihat siapa dia, tapi lihatlah apa yang dia katakan.

(dnu, ditulis sambil nungguin seseorang pesen Cha Time, 4 Desember 2015, 12. 45 WIB)