Tuesday, December 1, 2015

Do What You Love, and Love What You Do

Adalah buku seru yang baru saja saya babat habis Minggu kemarin (29/11) sambil menemani anak-anak bermain di sebuah pusat perbelanjaan.

Banyak point menarik yang nampaknya baik jika saya bagikan kepada teman-teman sekalian. Berikut ini sedikit yang mampu saya sarikan, dan semoga nilai-nilai postifnya bisa diadopsi oleh siapa saja yang membacanya.

- Seorang pendidik sejati memahami bahwa tugas "mendidik" bukan saja untuk untuk menyentuh logika, tapi juga menyentuh hati seseorang. Karena hati yang tersentuh pengaruhnya akan bertahan abadi.

- Choose to be happy. Bahagia itu sudah ada di dalam dirimu jika saja kamu mau menghargai setiap hal kecil dalam perjalanan hidupmu.

- Impian itu penting untuk hidup, tapi jangan jadikan impian sebagai tujuan hidup. Yang paling penting nikmati saja perjalanannya.

- Life is simple. If you're happy, then keep going. If not, then change it.

- Jangan kerja setengah mati untuk mengejar uang. Kalaupun uang sudah menumpuk, mungkin bahagia tak kamu dapatkan. Kejarlah apa yang membuatmu bahagia, maka uang pasti akan mengikuti.

- Love your life, and it will love you back, and even more.

- The best job in the world is that when you're doing it, you feel happy and always want to share your happiness to people around you.

- Bahagia itu pilihan, dan bahagia itu butuh keberanian. Hidup ini cuma sekali, make it worth! Don't live your life in someone else's dream.

- Life is always a choice. Doesn't matter where you come from, as long as you know where you're going.

- Orang yang "menghidupi" kata hatinya tidak akan menyia-nyiakan bakat yang dimilikinya. Mereka memaksimalkan potensi terbaik yang diberikan Tuhan kepadanya, karena itu hidup yang mereka jalani penuh dengan kegairahan dan kegembiraan.

Renungan...

Bayangkan, kapan terakhir kali kita meluangkan waktu dengan sengaja berkirim surat dibanding e-mail? Atau lebih memilih bepergian menggunakan kapal laut dibandingkan terbang dengan pesawat?

Saya berfikir mengapa ada orang yang mau repot-repot melakukan semua hal diatas, jawabannya adalah "hanya karena mereka tidak merasa harus berkejaran dengan waktu".

Hmmm... benar juga, perkembangan zaman mungkin menjadikan kita manusia yang selalu terburu-buru, ingin serba cepat dalam segala hal, lupa beromantisme dengan hal-hal sederhana tanpa harus berkejaran dengan waktu.


(dnu, ditulis sambil makan makanan mahal haha..., 1 Desember 2015, 16.15 WIB)

This blog is mirroring to www.kompasiana.com/dewinurbaiti