Thursday, December 10, 2015

Guru Kecil Tersayang


Yang mengenakan hijab merah dan menatap kamera adalah anak sulung saya. Atau dalam bahasa Jawa disebut dengan "mbarep", atau bahasa sederhananya adalah anak yang paling gede :)

Dia adalah guru kecil saya yang pikirannya tak sekecil tubuhnya. Banyak pelajaran yang saya dapat darinya, yang mampu membuat saya bangga sekaligus terharu.

Inilah beberapa diantaranya ;

» Mami kok minumnya sambil berdiri?
- Oke, buru-buru cari tempat duduk atau bablas duduk di lantai.

» Mami, nanti beliin kakak permen Yupi ya yang bungkus besar, karena besok mau kakak bawa ke sekolah, trus bagi-bagi sama temen-temen...
- Wow! Luar biasa! Kecil-kecil sudah punya hati yang mulia, ingin berbagi walau hanya membagikan sebuah permen.

» Mami kok pulang kerja ngga beliin kakak es krim? Mami lupa ya...?
- Wohooo... dia ngga pernah marah sodara-sodaraaa... Justru dia menghakimi saya dengan anggapan saya lupa! Positif sekali fikirannya... bukannya marah seperti yang kadang dilakukan anak seusianya jika orang tuanya lalai tak memenuhi janjinya.

» Mami, jilbabnya benerin, rambutnya kelihatan tuh...
- Hmm.... kadang jilbab saya memang suka miring-miring, bukan otak saya saja, tapi jilbabnya juga haha...

» Adek, lagi adzan... ga boleh nakal!
- Kalimat tersebut biasa terdengar darinya saat suara adzan berkumandang. Maksudnya adalah dia meminta agar adiknya duduk dulu sebentar, tidak gaduh, tidak lompat sana sini maupun teriak-teriak... karena kita harus menghormati adzan...

Dan masih banyak lagi pelajaran-pelajaran sederhana yang kadang sayapun lupa untuk menerapkannya...

Dia guru saya. Yang lagi duduk bersama teman-temannya. Yang menatap kamera. Yang berhijab merah.

Rindu, nama gadis kecil itu.

Anaknya Pak Edwin Sholeh ^^

(dnu, ditulis sambil dipijitin kaki, tangan dan punggungnya sama seseorang di sebuah tempat haha..., 9 Desember 2015, 17.22 WIB)