Sunday, December 13, 2015

Makan Siang Bersama Pak Jokowi

Alhamdulillah...

Berkat hobi menulis yang disalurkan ke Kompasiana, siang ini (12/12) 100 orang blogger dari web peranakan Kompas.com tersebut menerima undangan makan siang bersama dengan Presiden Joko Widodo, yang bertempat di Istana Negara.

Dan saya termasuk dalam yang 100 orang tersebut. Subhanallah ya :)
Makan siang bersama, lalu berdialog dengan Pak Presiden benar-benar menjadi pengalaman yang amat berbeda sepanjang masa.

Ditambah lagi suasana sendunya Istana Negara, lemah lembut protokolernya, senyum ramah Sang Presiden, hingga merasakan benar kikuknya menikmati hidangan yang khusus disajikan untuk level kenegaraan, sukses kuat nan membulat sebagai pengalaman yang tak ternilai harganya.

Menunaikan segenap hobi atau kesukaan, lalu dirawat hingga tumbuh dan berkembang ternyata mampu membawa dampak-dampak positif yang tak terduga.

Seperti yang baru saja saya alami. Tiba-tiba pada suatu siang, ditengah kemacetan Jakarta, dering telepon itu telah mampu membuat saya tersenyum tiada henti.

"Mbak Dewi, kami memilih 100 orang Kompasianer aktif untuk menghadiri undangan dari Presiden Jokowi, makan siang bersama beliau di Istana Negara, Sabtu besok tanggal 12 Desember... dan Mbak Dewi adalah salah satunya yang terpilih. Bisa hadirkah Mbak?...."

Wooowwww...!!!!!!!

InsyaAllah.
Bisa!!!
Kalaupun tak bisa, pasti akan dibisakan!!!

Kontan saja lalu lintas yang tadinya macet menjadi terasa lancar selancar-lancarnya! Jalanan terasa kosong! Bahagia! Senang! Tak percaya! Yang padahal kecepatan kendaraan masih tetap 20KM/Jam.

Dan hari ini sudah terlewati.
Sudah menikmati santap siang dengan RI 1.
Sudah berdialog dengan RI 1.
Dan sudah sukses menikmati es buah segar ala Istana Negara.

Selain cerita, ada satu hal yang masih tersisa, yakni aroma harum pekarangan Istana masih tercium kuat di hidung saya.

Terima kasih Pak Presiden ^^

(dnu, ditulis sambil makan mangga harum manis yang tak terlalu harum dan tak terlalu manis, 12 Desember 2015, 20.01 WIB)