Sunday, January 24, 2016

Mengapa Tak Ada Kesedihan Di Wajah Jessica?



Kasus kematian Mirna usai menikmati secangkir kopi kini tengah hangat-hangatnya menjadi perbincangan publik. Hingga kini pihak kepolisian belum juga mengumumkan siapa tersangka dalam kasus kematian perempuan cantik ini.

Tiga perempuan muda yang dikabarkan mereka berteman, kini telah kehilangan satu sahabat terkasihnya yakni Mirna. Hal ini terjadi saat pertemuan antar 3 sahabat cantik, yakni Mirna, Jessica dan Hanny.

Mirna yang datang bersama Hanny, menikmati secangkir kopi di sebuah kafe yang berada di salah satu mall terbesar di Ibu kota. Seluruh masyarakat telah mengetahui pemberitaan ini, dimana kopi yang telah merenggut nyawa Mirna adalah dipesan oleh temannya, Jessica, yang telah datang lebih dulu di kafe tersebut. Atas rantai cerita yang seperti ini, wajar saja jika Jessica banyak dimintakan keterangan baik oleh pihak kepolisian maupun oleh para kuli tinta atau wartawan. Jessica dan Hanny pun kerap menjalani aksi rekonstruksi yang dibutuhkan oleh penyidik demi memperjelas uraian kisah hingga melayangnya nyawa sahabat mereka.

Berkali-kali Jessica muncul di layar kaca guna memberikan keterangan kepada publik, berkali-kali itu pula terlihat keanehan di wajah cantiknya, yakni mengapa tak nampak sedikitpun kesedihan di wajahnya, dimana ia baru saja kehilangan sahabatnya?

Jessica justru nampak begitu tenang setiap kali menceritakan kejadian yang menghebohkan itu. Bisa jadi wajah tenangnya memang sebagai ungkapan “saya berani karena benar”. Karena sesuai dengan apa yang diceritakannya bahwa kecurigaan yang mengarah pada dirinya adalah tidak benar. Seperti kita ketahui bersama bahwa berbagai pihak membutuhkan banyak keterangan dari dirinya dikarenakan dialah yang memesan kopi yang diminum Mirna.

Mengapa Jessica terlihat sangat tenang? Berbagai pertanyaan dari wartawan ia jawab dengan begitu lugasnya. Kalaupun ia memang benar tak bersalah sehingga ia merasa tidak perlu takut, tetap saja cukup aneh jika Jessica tak merasa sedih atas kepergian Mirna untuk selamanya.

Rasa sedih maupun kehilangan tak terlihat sedikitpun di wajah Jessica. Mengapa demikian?? Bukahkan mereka bertiga bersahabat? Satu sahabatnya meninggal dunia dan ia begitu santai nan gemulai? Entalah.

Kita memang harus tetap menjunjung tinggi prasangka tak bersalah terhadap Jessica. Sehingga bisa saja hal ini merupakan bentuk kekuatan Jessica untuk tidak menampakkan kepada khalayak ramai akan kesedihannya. Bisa jadi.

Jessica begitu lugas menyampaikan urut-urutan kejadian segelas kopi yang berhasil merenggut nyawa temannya, tak ada mimik sedih sedikitpun setiap kali ia bercerita. Dengan penuh kekuatan yang cenderung santai Jessica sigap menjawab setiap pertanyaan dari wartawan, lengkap dengan tebaran senyum manisnya.

Jessica dan Mirna bersahabat kan? Sahabatnya meninggal di depan mata dan tak bersedih? Aneh.

(dnu, ditulis usai menonton tayangan pemberitaan kematian Mirna, 24 Januari 2015, 19.56 WIB)