Sunday, January 17, 2016

Teruntuk yang Berpura-pura Bahagia

Bahagia memang telah menjadi jawaban klise dari banyak orang saat ditanya ; apa yang kau cari di dunia ini? Tak sedikit yang menjawab ; kebahagiaan. Begitu juga jika ditanya ; apa cita-cita mu? Kadang kala seseorang menjawab ; saya ingin bahagia di dunia maupun di akherat.

Apa sebenarnya makna bahagia itu? Ada yang bilang ; bahagia itu sederhana, hanya dengan melihat fotomu saja aku sudah bahagia. Ada lagi jawaban ekstrim sepasang insan yang terpisah oleh kenyataan ; aku bahagia jika kau bahagia. Masih ada lagi yang berkata ; aku adalah pecinta senja, walaupun aku sendiri namun aku telah bahagia walau dengan memandang senja saja.

Mengapa begitu banyak manusia yang seolah-olah bahagia namun sebenarnya bisa dikatakan tidak? Siapa sebenarnya penjual kebahagiaan itu? Tidakkah kamu lelah berpura-pura bahagia? Terus menebar senyum yang padahal hatimu menangis? Menguatkan lisan berkata “i’m okay...” yang padahal hatimu tergerus?

Ada pendapat yang mengatakan bahwa berpura-pura bahagia sesungguhnya membutuhkan energi yang tidak sedikit. Bagaimana seseorang diminta untuk memberikan bahasa tubuh yang santai walau dalam sedih, dan bagaimana seseorang dipaksa untuk banyak tertawa agar menunjukkan dirinya benar-benar bahagia.

Saya sudah move on... sesungguhnya orang yang berkata demikian adalah belum move on yang sebenar-benarnya. Adakah orang baik berkata “saya itu orang baik.....” ?

Karena sesungguhnya predikat diri tidak ditunjukkan dari ucapan namun dari perbuatan dan segala yang tercermin dalam keseharian.

Untukmu yang berpura-pura bahagia,

Menangis itu tidak haram. Menangis itu diperbolehkan.
Menangis itu bukan cengeng, dan menangis itu bukan berarti tak kuat.

Tapi menangis adalah tumpahan segala kekuatan yang terpendam, namun tidak dalam bentuk kata-kata melainkan air mata. Menangislah untuk melegakan dan menangislah untk sebuah kemenangan.

Selesai kamu menangis maka kekuatan sebagai sumber kebahagiaan yang sesungguhnya pasti akan datang.

(dnu, ditulis karena terinspirasi komennya boss widodo pujakesuma, 18 Januari 2015, 12.52 WIB)