Friday, March 4, 2016

Pola Pendidikan Finlandia yang Bersahabat dengan Anak

“Di Finlandia, anak-anak baru boleh bersekolah setelah berusia 7 tahun”

Point pertama ini menurut saya sangat tepat, sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dimana untuk bisa bersekolah di Sekolah Dasar (SD) Negeri seorang anak harus sudah berusia 7 tahun.

Tapi di Indonesia cukup banyak berdiri SD swasta yang bisa menerima calon murid walaupun belum berusia 7 tahun.

Bagi orang tua zaman sekarang nampaknya telah menjadi gengsi yang cukup besar jika anaknya bisa masuk sekolah lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Misalnya, sudah masuk SD saat usia masih kurang dari 6 tahun. Serta dengan berbagai alasan para orang tua kerap “memaksakan diri” agar anaknya bisa segera mencicipi bangku sekolah.

Selain gengsi, ada juga yang berpendapat bahwa tumbuh kembang seorang anak bisa lebih baik jika disegerakan masuk sekolah. Siapa yang berpendapat seperti ini? Kebanyakan diungkapkan oleh para pasangan orang tua yang bekerja, dimana mereka tidak memiliki waktu untuk mendampingi anak di siang hari, dan juga tidak adanya orang yang bisa mengasuh anaknya tersebut. Maka pilihannya jatuh pada menyekolahkan anak di usia yang belum waktunya.

Alih-alih menitipkan anak di tempat penitipan anak (Day Care), terselip juga pendapat “disana anak tidak dititipkan hanya untuk bermain, tapi juga belajar...” Lagi-lagi seorang anak belajar hal-hal yang lebih tinggi dari kemampuannya.

Bahkan banyak ditemukan anak berusia 4 tahun namun sudah belajar membaca, menulis dan berhitung. Bukankah hal ini terlalu dini untuk dilakukan? Dan kenyataannya kejadian ini banyak ditemukan di Indonesia.

Finlandia menetapkan batasan usia masuk SD di angka 7 tahun tentu dengan alasan yang tepat, yakni pada usia tersebut adalah kondisi dimana seorang anak sudah siap baik secara fisik maupun mental.

Pernah ingat di Indonesia zaman dahulu kala, jika seorang anak ingin masuk SD maka tangan kanannya harus telah mampu menggapai telinga kirinya melalu atas kepala? Adalah contoh sederhana yang menurut saya kesiapan fisik adalah hal utama yang juga perlu dipertimbangkan.

Budaya orang tua yang telah mengajarkan anaknya belajar sedini mungkin memang cukup kuat di Indonesia ini. Dengan berbagai alasan mereka menempuh jalannya masing-masing untuk menyekolahkan anaknya, mulai dari masuk pada usia yang terlalu dini hingga pergi sekolah yang tak pulang-pulang alias jam sekolah yang lebih dari 7 jam!

Yuk sebagai orang tua kita perhatikan lagi anak-anak kita apakah sudah berada di usia yang paling tepat untuk mengenyam pendidikan atau belum ^^. Satu hal yang harus diingat, dunia anak dibawah 7 tahun adalah berlari, berputar dan menari, membaca, menulis dan berhitung.

(dnu, ditulis sambil makan biskuit di asrama Sunan Giri, 5 Maret 2016, 08.51 WIB)