Tuesday, March 8, 2016

Yusril Ihza Mahendra dan Shalat Gerhana



Fenomena Gerhana Matahari memang menarik perhatian seluruh umat manusia, karena kejadian alam yang luar biasa ini hanya terjadi 350 tahun sekali untuk melintasi garis bumi yang sama dengan saat ini. Termasuk juga menarik perhatian para politisi dan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra.

Pria yang sedang ramai dibicarakan atas kegiatannya berbelanja di pasar dengan mengenakan kaos bergambar kartun Mickey Mouse ini, pagi tadi juga turut melaksanakan ibadah shalat Gerhana sebagaimana disunnahkan bagi umat muslim dimanapun berada. Dengan bertindak sebagai imam shalat, melalui foto yang dipampang di akun twitter @yusrilihza_Mhd, Yusril terlihat khusyuk menunaikannya. Namun ada satu hal yang membuat saya selaku penyuka Yusril Ihza Mahendra gerah tak terkira. Hal tersebut adalah perilaku beliau yang mengupload adegan shalatnya dalam beberapa twitt pic, lengkap dengan keterangannya yang sangat tidak elok dilakukan oleh seorang calon pemimpin bangsa.

Diantara gambar-gambar tersebut adalah gambar saat Yusril berdiri shalat, bersujud, dan menengadahkan tangan tampak sedang berdoa usai shalat. Keterangan gambar yang diberikan pun cukup jelas, kurang lebih seperti ini “saat shalat gerhana, bersujud saat shalat gerhana, dan menengadahkan tangan usai shalat gerhana”.

Entahlah ya pencitraan macam apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh pria tampan ini, apakah ingin dilihat taat beribadah, muslim sejati atau apa? Tapi yang pasti apapun tujuannya sangat tidak pantas sebuah ibadah digembar-gemborkan ke khalayak umum ditambah lagi dengan cara yang amat gamblang.

Dalam kicauannya Yusril juga mengatakan bahwa foto-foto tersebut diambil oleh salah seorang staffnya yang beraagama Kristen, sehingga saat ibadah berlangsung ybs memang tidak turut melakukan shalat gerhana, tapi…. tetap saja hal ini tidak perlu disajikan ke muka umum. Lebih indah rasanya jika Yusril ingin menunjukkan bahwa dirinya turut melakukan Ibadah saat terjadi gerhana matahari, cukup dengan berfoto selfie lalu berikan caption “yuk bareng-bareng kita shalat Gerhana…”. Titik, itu saja. Dengan kalimat tersebut juga khalayak ramai sudah paham bahwa Yusril turut menunaikan shalat geerhana. Jangan terlalu terbuka, nanti riya jatuhnya.

Selanjutnya melalui tulisan ini saya cumau bilang ;
“Sayang aja sih Pak… ibadah yang semestinya hanya menjadi rahasia kita dan Allah SWT tapi ini dipublikasikan kemana-mana… nanti pahalanya berkurang deh… L… Maaf ya Pak….“

(dnu, ditulis sambil makan rambutan, 9 Maret 2016, 10.37 WIB)