Wednesday, April 13, 2016

Hasnaeni Moein, Harus Banyak Bekal Sebelum Pimpin Jakarta



Sebagai wanita saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas rencana Hasnaeni Moein sang pengurus harian DPP Partai Demokrat yang juga dikenal dengan istilah “Wanita Emas” ini untuk ikut maju dan meramaikan panggung Pilkada DKI 2017 mendatang. Semangat yang gigih nan ambisius nampaknya mengalir deras dalam setiap helaan nafas wanita cantik ini.

Niat politikus wanita ini untuk menjadi Ibu bagi DKI Jakarta memang tidak boleh disalahkan, begitu juga dengan semangatnya yang menggebu, tidak boleh dipatahkan. Jika benar wanita yang juga pernah membintangi beberapa sinetron diantaranya Saras 008 dan Jin dan Jun ini akan menjadi lawan politik Ahok nanti, apakah akan menjadi saingan terberatnya seperti yang ramai diberitakan? Bisa jadi, karena sang Wanita Emas ini pun kabarnya merasa demikian.

Dengan berbekal pengalaman politik yang menurut saya belum terlalu dalam, Hasnaeni nampaknya cukup yakin untuk bersaing dengan pasangan lainnya. Lihat saja beberapa kali pengalaman dirinya dalam mencari kursi wakil rakyat yang bisa dikatakan belum berhasil, yakni dalam keiktsertaannya pada Pemilu Legislatif pada tahun 2012 melalui Partai Demokrat yang gagal saat itu.

Namun demikian ambisi wanita cantik ini untuk turut memajukan Indonesia cukup terlihat, sebut saja saat Hasnaeni sempat mendaftarkan diri sebagai calon ketua KPK pada tahun 2011 silam, tapi karena faktor usia yang belum mencapai angka 40 maka ia belum bisa bertanding untuk meraih jabatan tersebut. Selain itu ia juga pernah berniat bertarung politik dalam Pilkada Tangerang pada tahun 2010 untuk berpasangan dengan Saipul Jamil, namun tidak terrealisasi dikarenakan kurang mendapatkan dukungan politik.

Sampai dengan saat ini, bagi saya belum terlihat kekuatan Hasnaeni untuk menaklukkan Jakarta. Karena menurut saya Jakarta dengan dinamika kehidupannya yang cukup keras membutuhkan pemimpin yang sangat kuat baik secara fisik maupun mental. Kasarnya, siap menghadapi unjuk rasa macam apapun dari warga Jakarta yang kini telah bercampur baur dari suku mana saja. Jakarta itu butuh pemimpin yang berani galak menghadapi penduduk yang tidak taat aturan, tapi juga membutuhkan pemimpin yang bisa mengambil keputusan dengan cepat untuk mengatasi kemacetan dan lain sebagainya. Serta deretan ketangkasan lainnya yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin Ibu Kota yang kian sibuk dnegan berbagai dinamikanya. Bagaimana dengan Wanita Emas ini? Jika memang siap bertarung maka perbekalan pun harus segera disiapkan.

Sebagai warga Jakarta sudah sepatutnya kita menyambut baik siapa saja yang ingin menyalonkan diri untuk menjadi pepimpin Ibu Kota, termasuk juga kepada Hasnaeni. Hanya saja ada saran yang ingin saya sampaikan yaitu agar siapapun yang akan bergulat di perhelatan Pilkada DKI 2017 hendaknya meniatkan diri untuk membangun Jakarta, bukan mengalahkan Ahok semata. Yang harus difokuskan adalah bagaimana membuat Jakarta aman dan nyaman untuk ditempati, bukan menyusun seribu cara untuk mengalahkan Ahok lalu lupa untuk menyelamatkan Jakarta tercinta.

Untuk Bu Hajjah Hasnaeni, tetap semangat Bu! Lakukan dan berikan yang terbaik untuk Jakarta.

(dnu, ditulis sambil dipijit hahay…., 13 April 2016, 20.00 WIB)